Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

04 Mei 2013

Kalam & Lauhul Mahfudh

QALAM DAN LAUHUL MAHFUDZ
Qalam dan Lauhul Mahfudh adalah perkara yang haq (benar) wajib diimani oleh setiap muslim karena merupakan cabang dari rukun iman, yaitu beriman kepada hari akhirat.

Qalam adalah makhluk besar yang diciptakan Allah bercahaya dan berkilau, lalu Allah menugaskan untuk mencatat sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi sampai hari kiamat.

Sedangkan Lauhul Mahfudh artinya lembaran yang terjaga. Ia adalah makhluk besar yang diciptakan Allah bercahaya. Dengan izin-Nya Qalam diperintahkan untuk mencatat sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi di dalam Lauhul Mahfudz atau lebaran yang terjaga. 


Jadi setiap muslim wajib mengimani dengan keimanan yang benar bahwa Allah mengetahui sesuatu yang terjadi dan yang akan terjadi. Tidak ada sesuatupun yang ada di bumi dan di langit, baik itu merupakan perkara yang ghaib atau tersembunyi, atau perkara yang telah berlalu dan yang akan datang, tidak ada yang tidak diketahui oleh Allah. Tidak ada sesuatu yang samar bagi-Nya, semuanya sama, tidak ada perbedaan bagi-Nya antara yang samar dan yang nyata, semua berada dalam pengetahuan Allah.
ن وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُون

Allah berfirman, “Nun, demi Qalam dan apa yang mereka tulis” (al-Qalam, 1)

Dalam ayat diatas Allah telah memerintahkan Qalam untuk menulis takdir segala sesuatau dalam Lauhul Mahfudz atau lembaran yang terjaga. Sebagaimana telah diriwayatkan oleh kebanyakan ahli tafsir bahwa pertama tama makhluk diciptakan oleh Allah adalah Qalam (pena), lalu Dia berkata kepadanya: ”Tulislah!”. Qalam itu berkata: ”Apa yang saya tulis”. Dia berkata: “Tulislah sesuatu yang terjadi sampai hari Kiamat”.

Maha Suci Allah yang telah menciptakan Qalam dan memerintahkannya untuk menulis dalam Lauhul Mahfudz segala sesuatu yang terjadi dan akan terjadi sampai hari Kiamat, sebagaimana dalam firman-Nya:

“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (lauh mahfudz) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (AL Hadid, 22)

Sumber: http://hasanassaggaf.wordpress.com/2010/06/05/kalam-lauhul-fahfudh/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar