Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

09 Juni 2012

Resensi Buku: Sejarah, Silsilah, dan Gelar Keturunan Nabi Muhammad SAW

Abu Muhammad, Ali bin Ahmad bin Sa'id Al-Andalusi, yang dikenal dengan sebutan "Ibnu Hazm", mengatakan bahwa pendapat sebagian orang yang mengatakan bahwa ilmu nasab tidak bermanfaat, dan tidak mengetahui ilmu nasab tidak membahayakan, adalah pendapat yang bathil. 
Ibnu Hazm berpendapat, ilmu nasab adalah ilmu yang bermanfaat, dan tidak mengetahuinya akan membahayakan. Ilmu nasab adalah ilmu yang agung, dan wajib bagi manusia untuk mempelajarinya.

Mempelajari ilmu nasab menempati kedudukan tersendiri dalam syari'at islam. Allah dan Rasul-Nya memerintahkan agar umat mempelajari ilmu nasab. Jika ilmu nasab adalah suatu yang tidak bermanfaat, Rasulullah SAW akan melarang untuk mempelajarinya. Tetapi sebaliknya, mempelajari ilmu nasab merupakan perintah Allah SWT dan Rasul-Nya,
sebagaimana firman Allah SWT, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan, dan Kami jadikan kalian bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, supaya kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah ialah yang paling bertaqwa."

Rasulullah SAW bersabda,"Aku adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka'ab bin Luay bin Ghalib bin Firh (Quraisy) bin Malik (bin An-Nadhir) bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Zizar bin Ma'ah bin 'Adnan."

Rasulullah SAW juga bersabda,"Tidaklah seorang yang mengaku bernasab kepada lelaki yang bukan ayahnya sedangkan ia mengetahuinya, melainkan ia adalah seorang kafir. Dan siapa yang mengaku bernasab kepada suatu kaum yang bukan kaumnya, bersiaplah untuk mengambil tempat duduknya di neraka."

Pengarang kitab al-'Iqdul Farid, Abdurrabih, berkata,"Siapa yang tidak mengenal silsilah nasabnya, ia tidak mengenal manusia. Maka siapa yang tidak mengenal manusia, tidak pantas baginya kembali kepada manusia."

_______________________________________________________________________
Buku: Sejarah, Silsilah, dan Gelar Keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia, Singapura, Malaysia, Timur Tengah, India, dan Afrika.
Penyusun: Idrus Alwi Al-Masyhur
Penerbit : Saraz Publishing, cetakan 2, November 2010, Jakarta
_______________________________________________________________________

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar