Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

30 March 2013

Al-Qur'an Kalam Allah


"al-Qur'an Kalam Allah", maka dalam pemaknaannya terdapat dua pengertian;

Pertama: Al-Qur'an dalam pengertian Kalam Allah ad-Dzati. artinya dalam pengertian salah satu sifat Allah yang wajib kita yakini, yaitu sifat al-Kalam. 

Sifat Kalam Allah ini, sebagaimana seluruh sifat-sifat Allah lainnya, tidak menyerupai makhluk-Nya. 

Sifat Kalam Allah tanpa permulaan dan tanpa penghabisan, serta tidak menyerupai sifat kalam yang ada pada makhluk. 

Sifat kalam pada makhluk berupa huruf-huruf, suara dan bahasa. 

Adapun Kalam Allah bukan huruf, bukan suara dan bukan bahasa. 

Sedangkan huruf, suara maupun bahasa adalah makhluk (diciptakan) 

Jadi al-Qur'an dalam pengertian al-Kalam adz-Dzati , bukan huruf, bukan suara, bukan bahasa maka ia bukan makhluk (diciptakan)

Kedua: Al-Qur'an dalam pengertian lafazh-lafazh yang diturunkan (al-Lafzh al-Munazzal), yang ditulis dengan tinta di antara lebaran-lembaran kertas (al-Maktub Bain al-Masha-hif), yang dibaca dengan lisan (al-Maqru' Bi al-Lisan), dan dihafalkan di dalam hati (al-Mahfuzh Fi ash-Shudur). 

17 March 2013

MENGENAL KEMBALI USHUL DAN FURU’

Banyak diantara saudara muslim kita yang mudah sekali mencap saudaranya sebagai ‘kafir’, ‘munafik’, ‘ahlul bid’ah’, dan sebagainya dengan alasan dalil semata, bukan alasan zhahir yang telah disepakati para Ulama’ dengan syarat – syarat tertentu dan atas pertimbangan yang matang. Mereka hanya menelan mentah – mentah semua yang guru mereka sampaikan tanpa melalui khazanah yang luas dan mendalam. Dalam memahami dalil juga diperlukan ilmunya. Adapun masalah itu, sudah terangkum dalam pengertian di bawah ini.

A. MAKNA USHUL DAN FURU’

Islam adalah Aqidah, Syariat dan Akhlaq. Ketiganya menjadi satu kesatuan tak terpisahkan, satu sama lainnya saling terkait dan saling menyempurnakan. Ketiganya terhimpun dalam Ajaran Islam melalui dua ruang ilmu, yaitu : USHULUDDIN dan FURU’UDDIN.

04 March 2013

Ya Allah...


YA ALLAH, TUMBUHKANLAH DALAM DIRI INI, RASA CINTA KEPADA-MU SERTA PARA NABI DAN RASUL-MU...

KUMPULKAN HAMBA BERSAMA BELIAU, PARA SYUHADA DAN ORANG-ORANG SHALIH...

YA ALLAH, IZINKAN HAMBA MEMANDANG WAJAH KEKASIHMU YA RABB...
HADIRKAN BELIAU SELALU DI HATI INI...
DAN SESAAT SEBELUM TERCABUT NYAWA INI...

SEHINGGA BAHAGIA HIDUP INI DI AWAL DAN PENGHABISANNYA...

ALLAHUMMA SHALI ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMAD


Cinta Rasul 7



YA ROSULALLAH

Ya Rasulallahi jina lizziyaroh qoshidina
Nartaji minkasy-syafa'ah
Lijami'il hadzirina

Natawassal biljalalah
Alladzi jaa Birrisalah
Ahmadal-Hadi wa aalah
Tanjali 'annadh-dholalah

Cinta Rasul 6



ALLAH ALLAHU

Allah Allahu Allah Allahu Allah Allahu
Allahu Robbiy

Dunya La Tarham Dunya ka Arham (2x)
Wa Anta Arham Wa Anta Ahkam (2x)
Hasyaka Tazhlim Abdan Tanaddam
Abdan Tanaddam Minkulli Dzanbi

Allah Allahu Allah Allahu Allah Allahu
Allahu Robbiy (2x)

Cinta Rasul 5



ALLAH ALLAH

Allah Allahu Allah Allahu
Allah Allahu Allah Allahu
Allah Allahu Allah Allahu
Robbiy Faj�alna minal Akhyar

Sa-altullaha barina Yuballighna Amanina
Sa-altullaha barina Yuballighna Amanina
Wa Yadzhibni minanal akhdar
Robbiy Faj�alna minal Akhyar

Cinta Rasul 4



YA HANNAN

Asholatud Daim Annabi Bni Hasyim
�Ala Ya Allah
Asholatud Daim �Alan Nabi Bni Hasyim

Asholatud Daim Annabi Bni Hasyim
Asholatud Daim �Alan Nabi Bni Hasyim

Asholatud Daim Annabi Bni Hasyim
�Ala Ya Allah
Asholatud Daim �Alan Nabi Bni Hasyim

Cinta Rasul 3



MAULAYA

Maulaya Maulaya Maulaya Maulaya
Allah Ya Rasulallah Allah Ya Rasulallah
Maulaya Maulaya Maulaya Maulaya
Allah Ya Habiballah Allah Ya Habiballah

Sakantum Fu�adi Warobbul �Ibad
Sakantum Fu�adi Warobbul �Ibad
Wantum Muna�i Wa Aqhsol Murod
Wantum Muna�i Wa Aqhsol Murod

Maulaya Maulaya Maulaya Maulaya
Allah Ya Rasulallah Allah Ya Rasulallah
Maulaya Maulaya Maulaya Maulaya
Allah Ya Habiballah Allah Ya Habiballah

Cinta Rasul 2

 



YA ABAZ ZAHRO

Ahmad Ya Habibi Ahmad Ya Habibi
Ahmad Ya Habibi Ya Habibi
Salam �Alaika� Salam �Alaika

Ya �Aunal Ghoribi Ya Nurozzholami
Ya Syafi�al Kholqi Ya Habibi
Salam �Alaika Salam �Alaika

Ahmad Ya Habibi Ahmad Ya Habibi
Ahmad Ya Habibi Ya Habibi
Salam �Alaika� Salam �Alaika

Cinta Rasul 1



YA NABI SALAM �ALAIKA

Ya Nabi Salam �Alaika
Ya Rasul Salam �Alaika
Ya Habib Salam �Alaika
Sholawatullah �Alaika

Asyroqol Badru �Alaina
Fakhtafat Minhul Buduruu
Mitsla Husnik Maa Ro�aina
Khottu Ya Wajha Sururii

01 March 2013

Malah Mendapat Hadiah

Pada suatu siang Abu Nawas berada di istana ketika Raja Harun Ar-Rasyid sedang sibuk menerima rombongan tamu dari kerajaan sahabat. Saat itu hanya ada dua orang pelayan. Abu Nawas diminta untuk membantu kedua pelayan itu.

Ketika Abu Nawas sedang membawa semangkuk gulai yang masih panas untuk hidangan siang, tiba-tiba kakinya terpeleset. Gulai yang dibawanya pun tumpah dan sebagian mengenai muka sang raja.

Sebenarnya Raja sangat marah atas kejadian tersebut. Tetapi karena banyak tamu, ia tahan kemarahannya.

“Maafkan, Tuan-tuan, atas kelakuan pelayan kami yang kurang ajar tadi,” kata Raja.

Dari balik pintu tiba-tiba Abu Nawas membaca sepotong ayat Al-Qur’an, “.... Orang-orang yang bertaqwa, yaitu mereka yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya....”