Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

24 Juli 2012

Tanya Jawab Bersama Habib Luthfi bin Yahya

Tanya Jawab Bersama Habib Luthfi bin Yahya
Buku Habib Lutfhi
Berbicara Seputar Tarekat
Puji syukur kepada Allah swt atas nikmat, rahmat, taufik , dan hidayah-Nya. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw, keluarga beserta para sahabatnya dan juga pula semoga rahmat serta inayah-Nya  tercurah kepada al-Habib Luthfi bin Yahya beserta keluarga.
Habib, saya sering mendengar kata syari’at dan  thariqah, tetapi saya belum begitu faham apa artinya. Saya mohon, Habib berkenan menjelaskannya. (M. Riyadi, 1 Tegal, Jawa Tengah).

al-Habib Luthfi bin Yahya ra menjawab: “Syari’at dan thariqah itu tidak bisa dipisahkan. Berthariqah tapi ia menginggalkan syari’at, tidaklah benar. Karena thariqah adalah buah dari syari’at atau orang yang mengambil jalan thariqah harus melalui pintu syari’at.



Syari’at mengatur kehidupan kita, mulai dari masalah , akidah hingga masalah ibadah. Mulai dari masalah keimanan kepada Allah swt, malaikat, Kitab-kitab Allah swt, para nabi dan rasul, hari akhir, hingga masalah takdir.

Dari syari’at pula kita mengetahui Rukun Islam, yaitu syahadatain, shalat, puasa, zakat dan haji, hingga keutamaan shalat, serta hubungan antara manusia, seperti jual-beli, pernikahan dan lain sebagainya.

Setelah menjalankan syari’at dengan baik, barulah kita berthariqah. Tujuan berthariqah adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Sedangkan untuk berthariqah, seseorang perlu bimbingan seorang mursyid. Sebab, mursyid inilah yang akan mengenalkan seorang murid kepada Allah swt sampai ia dekat dan disayang Allah swt.

Yang dituntut oleh thariqah sendiri adalah perilaku mulia para pengikutnya. Ia harus berusaha membersihkan kotoran- kotoran yang ada didalam dirinya, terutama hatinya. Dengan kebersihan hati, lahir maupun batin, seseorang bisa mendekatkan diri kepada Allah swt.

Sebagai oontoh adalah berwudhu.’ Ketahuilah, bahwa berwudhu’ merupakan salah satu cara bersuci menurut syari’at Islam. Biasanya kita berwudhu’ hanya untuk mendapatkan keutamaan wudhu,’ serta berbagai syarat untukmenjalankan shalat.

Sedangkan thariqah menuntut buah dari berwudhu.’ Ketahuilah bahwa berwudhu’ tidak hanya membersihkan kotoran lahiriah kita, tetapi pada hakekatnya juga membersihkan kotoran batiniah.
al-Qur’an menyebutkan bahwa shalat mencegah dari kemunkaran dan kerusakan, karena kita sudah memahami makna wudhu’ dan shalat itu secara tarekat. Untuk mendapatkan buah berrwudhu,’ kita harus mengerti arti wudhu.’ Dan untuk mendapat pengertian ini, kita harus mendapatkan bimbingan dari seorang guru.

Jika sudah mengetahui buah berwudhu,’ kita harus mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja, kita membersihkan muka, maka kita harus lebih bisa menjaga diri dari perilaku sombong, kita harus lebih rendah hati, lebih tawadhu’ dan lebih beradab.

Dengan menjaga perilaku tersebut, kita akan mudah mendekatkan diri kepada Allah swt. Dihadapan-Nya kita harus semakin menundukkan kepala. Semua yang ada pada diri kita adalah pemberian-Nya semata.

Begitu pula terhadap junjungan kita, Baginda Nabi Muhammad saw. Atas limpahan rahmat-Nya lah kita menjadi pengikutnya yang setia. Untuk itulah, kita selalu memuji Rasululah saw, dengan tujuan supaya kita lebih dekat kepada Baginda Rasulullah sw. Dengan begitu, sosok Baginda Rasulullah saw akan menjadi idola bagi kita dalam menapaki semua lini kehidupan hingga akhir hayat.

Sikap tawadhu’ ini pun harus kita tunjukkan ketika berhadapan dengan para wali, ulama dan guru-guru kita yang telah memberikan pemahaman tentang kebenaran syari’at Islam dan thariqah.

Begitu pula ketika kita membasuh kedua tangan. Yang kita basuh bukan hanya tangan secara lahir, tapi juga batin. Ini akan mencegah tangan kita dari berbuat maksiat. Kita akan selalu merasa diperingankan untuk tidak mengambil yang bukan hak kita, sebab tangan kita sudah disucikan setiap hari.

Lalu saat membasuh telinga. Buah dari membasuh telinga, kita akan berusaha untuk menjaga pendengaran kita dari segala scsuatu yang tidak baik. Kita tidak akan menyampaikan yang kita dengan kalau informasi itu justru akan memancing masalah itu memanaskan situasi sehingga menimbulkan pecah-belah dan kekacauan. Tentu saja, itu juga berlaku bagi mata kita, kedua kaki kita dan anggota badan lainnva.

Bagi para murid yang ingin berthariqah, saya anjurkan mulailah dari seorang guru yang dipercaya. Tapi sebaliknya, bagi guru vang ingin ditaati muridnya, cobalah didiklah para murid itu menjadi seperti, timba yang mendekati sumurnya, bukan sumur mendekati timbanya. Dengan begitu, terbentuklah kewibawaan guru terhadap muridnya.

Bagi murid, saya anjurkan untuk belajar kepada satu guru, Kalau pada organisasi, jangan sekadar melihat organisasi itu besar. Meski organisasi tarekatnya kecil, kalau lebih berpengaruh terhadap jiwa kita sehingga lebih mendekatkan diri kepada Allah swt, maka tidak perlu ragu untuk mengikutinya.” ***

2 komentar:

  1. Puji syukur kepada Allah swt atas nikmat, rahmat, taufik , dan hidayah-Nya. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Baginda Nabi Muhammad saw, keluarga beserta para sahabatnya dan juga pula semoga rahmat serta inayah-Nya tercurah kepada al-Habib Luthfi bin Yahya beserta keluarga.
    Habib,saya salah satu muhibbin jamaah ratib syamsi syumus pimpinan Al Habib mustafa alaydrus jakarta,tetapi sekarang saya sudah pindah di wonogiri,saat ini ada temen2 saya yang mencoba mengajak saya untuk masuk ke ajaran syiah dan baru2 ini yang katanya wahabi/salafi sementara saya masih sangat awam tentang hal2 yang demikian,sementara mereka katanya juga pencinta Ahlul Bait nabi juga,saya jadi bingung untuk menentukan sikab,mohon penjelasan dari Habib apa itu syi'ah dan wahabi/salafi,mohon dengan sangat bimbingannya,syukron

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Rahmat Allah selalu menaungi kita semua...

      Mas Eddy, artikel di blog ini semuanya saya ambil dari link-link ahlussunnah wal jama'ah.

      Semua tentang seluk beluk syiah, mas eddy bisa buka di http://www.albayyinat.net/ind1.html
      disitu lengkap membahas ttg syiah dan bagaimana kesesatannya.

      Tentang Wahabi-salafi, mas eddy bisa buka artikel2nya di situs http://wahabinews.wordpress.com/
      http://ummatipress.com/
      http://mutiarazuhud.wordpress.com/
      http://salafy-tobat.blogspot.com/
      InsyaAllah dsana lengkap membahas kedua sekte tersebut.

      Beberapa artikel membahas ttg ahlussunnah bisa buka di:
      http://kajianal-kahf.blogspot.com/2012/05/ahlussunnah-dan-kemuliaan-pengikutnya.html
      http://kajianal-kahf.blogspot.com/2012/05/ahlus-sunnah-diantara-wahabi-dan-syiah.html

      dibawah ini ada link dari majelis rasulullah pertanyaan ttg ahlussunnah yang telah di jawab oleh Al-Habib Munzir Al-Musawa
      http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_simpleboard&Itemid=34&func=view&id=27923&catid=7

      Al-Imam Abdullah Al-Haddad RA ditanya ,’ mana yang lebih baik Nawashib (pembenci keluarga nabi SAW ) atau Rawafidh ( pembenci sahabat nabi SAW)?,’ beliau menjawab,” kotoran unta dibagi dua.” artinya keduanya bukan pilihan yang baik.

      Ahlussunnah adalah pencinta ahlulbait dan pencinta para sahabat nabi SAW, bukan seperti syi’ah yang mengaku cinta keluarga nabi SAW tetapi mencaci para sahabat, wahabi salafi yang mengklaim sesabagai pengikut para sahabat tetapi membenci ahlulbait bahkan mengingkari keberadaan mereka.

      Dua kubu ini sama-sama agresif dalam menyebarkan fahamnya, bagi para ikhwan yang sering mendengarkan siaran radio hendaknya lebih berhati-hati karena mereka pun sudah memiliki radio dakwah untuk menarik pada kedua aliran ini. Semoga Allah menjaga kita semua dari segala aqidah yang melenceng dari ajaran salaf dan keluarga nabi SAW. Sehingga akhlak kita baik zahir dan batin bukan akhlak imitasi yang berpura-pura baik. Semoga kita selalu diberi petunjuk dan jalan yg lurus oleh Allah SWT. amin,,..

      Hapus