Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)
Showing posts with label Kajian Tasawuf. Show all posts
Showing posts with label Kajian Tasawuf. Show all posts

03 April 2015

Habib Abubakar al-Masyhur tentang Fitnah Perang Yaman



Berikut adalah kalam nasehat al-Habib Abubakar al-Adni bin Ali al-Masyhur terkait konflik perang Yaman:
Bismillah…
Habib Abubakar al-Masyhur: Jagalah Lisan, Tangan, dan Hatimu dari Fitnah Perang Yaman

Untuk saudaraku dan orang yang aku cintai, janganlah kamu tertipu dengan rasa simpati, dan jangan biarkan dirimu terseret oleh badai fitnah. Apa yang sedang terjadi sekarang ini adalah sebuah fitnah yang nyata, bala’, ujian dan cobaan.
Semua itu tidak akan bisa dikahiri hanya dengan menembakan satu atau dua rudal saja. Apa yang sedang terjadi adalah sebuah peperangan antara sesama muslim, manfaatanya hanya kembali kepada Amerika, Rusia, orang-orang kafir dan para iblis laknatulloh, mereka itulah musuh yang sebenarnya.
Adapun permusuhan antara Iran dan negara-negara teluk atau yang mereka namakan dengan perang antara Syiah dan Sunni itu hanyalah sekedar permainan dan sandiwara belaka guna mempengaruhi akal dan fikiran orang Arab dan kaum muslim pada umumnya.

10 June 2013

Kembali kepada Jiwa Manusia


habib ali aljufri

(Habib Ali Al-Jufri)
Madrasah Hadhramaut,
Pelajaran Pertama: Kembali kepada Jiwa Manusia

Setelah memahami hakikat dunia, kebutuhan pokok manusia dalam hidupnya, berikut perkembangannya, dan hal-hal yang dicela dari dunia, se­lanjutnya mari kita merenungkan masa­lah terbesar pada era sekarang ini yang dihadapi manusia.
Dari manakah permasalahan itu muncul? Peperangan demi peperangan, yang telah menumpahkan darah manu­sia, apakah penyebab dan sumbernya?
Bila kita teliti dan menengok sedikit ke belakang, pertikaian sengit yang ter­jadi di antara manusia, antara negara dan negara, antara suku dalam satu bang­­sa, antara sekelompok masyarakat dalam satu lingkungan yang sama, an­tara kerabat dan sanak keluarga, antara sesama pekerja dalam satu profesi, ke­mudian perselisihan dan pertikaian yang terjadi dalam satu keluarga, perma­salah­an suami-istri, perceraian, hak asuh anak, dan sebagainya, semua perma­salahan besar tersebut itu tidak lain kembali kepada jiwa manusia.
Bahagia atau duka, untung atau rugi, ridha atau murka, senang atau sedih, ten­teram atau resah dan nestapa, semuanya kembali kepada jiwa manu­sia.

27 May 2013

Pesan dari Habib Ali Al Jufri

Ta'jub

'Ujub itu ialah rasa megah dan tinggi yang menimpa diri kerana menisbahkan sesuatu perkara itu kepada diri dan lupa menisbahkannya kepada Tawfiq yg diberikan Allah SWT.


Aku bertanya kepada Murabbiku Habib Umar Bin Hafidz :
"Manakah yang paling teruk, takjub dengan kefahaman diri atau takjub dengan amalan?"

26 May 2013

Kisah nenek pembenci Rasulullaah

Di atas padang pasir yang tandus seorang perempuan berusia nenek-nenek tampak sedang berjalan sendirian. Beban berat tergambar jelas di pundaknya.

Sengatan matahari gurun dan barang bawaan yang ia pikul cukup membuat lutut rentanya lemas kepayahan. Namun, kondisi ini tak berlangsung lama. Pucuk dicinta ulam tiba. Seorang pria muda baik hati segera menghampiri dan menawarkan bantuan.

Perempuan tua itu pun menyambut tawaran dengan perasaan senang. Sepanjang perjalanan pria itu dihujani ceramah. Si nenek rupanya sangat gemar berbicara. Si nenek berbicara tentang penolakkanya terhadap dakwah Rasulullah.

Dialog Halal-Haram Imam As-Sajad dengan seorang Kristen

Seorang beragama Kristen menyambut kedatangan imam assajad, kemudian menghidangkan buah anggur. Sang imam pun memakan buah tersebut.

Tak lama, orang Kristen tersebut menghidangkan minuman arak dari anggur. Sang imampun menolaknya seraya berkata: "Haram!"

Lalu orang Kristen berkata: "Sunggu­h mengherankan kalian wahai umat Muslim, kalian menghalalkan ini (buah anggur) dan mengharamkan ini (arak dari anggur). Padahal ini (arak) terbuat dari ini (buah anggur)"

17 May 2013

Terapi hati: Penyakit Riya'

 Menurut bahasa artinya pamer, memperlihatkan, memamerkan, atau ingin memperlihatkan yang bukan sebenarnya, sedang menurut istilah yaitu memperlihatkan suatu ibadah dan amal shalih kepada orang lain, bukan karena Allah tetapi karena sesuatu selain Allah, dengan harapan agar mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain. Sedang memperdengarkan ucapan tentang ibadah dan amal salehnya kepada orang lain disebut sum’ah (ingin didengar).


Riya’ dan sum’ah merupakan perbuatan tercela dan merupakan syirik kecil yang hukumnya haram. Riya’ sebagai salah satu sifat orang munafik yang seharusnya dijauhi oleh orang mukmin. Simak QS. An Nisa’ [4] 142! 
clip_image009
Artinya : “Sesungguhnya orang-rang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan jika mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas, mereka bermaksud riya’ ( dengan shalat itu ) dihadapan manusia, dan tidaklah mereka dzkiri kepada Allah kecuali sedikit sekali.”

Dalam sebuah hadis, Rasulullah bercerita, ”Di hari kiamat nanti ada orang yang mati syahid diperintahkan oleh Allah untuk masuk ke neraka. Lalu orang itu melakukan protes, ‘Wahai Tuhanku, aku ini telah mati syahid dalam perjuangan membela agama-Mu, mengapa aku dimasukkan ke neraka?’ Allah menjawab, ‘Kamu berdusta dalam berjuang. Kamu hanya ingin mendapatkan pujian dari orang lain, agar dirimu dikatakan sebagai pemberani.

Empat Golongan Yang Terkena Penyakit Ghurur


408704_333973429956957_100000329088288_1123654_356989980_n
Kajian Kitab Al Ihya Ulumuddin
Ghurur adalah penyakit hati yang menimpa banyak orang di dunia ini, ghurur menurut bahasa artinya adalah tertipu daya, penyakit ghurur ini telah di jelaskan oleh Imam Ghazali dengan panjang luas sekali di dalam kitabnya “Ihya` Ulumuddin “
Penyakit ghurur ini sangat membahayakan sekali sebab kebanyakan orang yang menderitanya tidak merasa bahwa mereka terserang penyakit ghurur ini, kita tidak membicarakan ghururnya orang-orang kafir terhadap diri mereka atau kehidupan dunia ini, tetapi kita membicarakan penyakit ghurur yang diderita oleh umat Islam selama ini.

12 May 2013

Doa Abu Nawas




Abu Nawas al Hasan bin Hani Al Hakami (756–814 M) orang Persia lahir tahun 756 M di Ahwaz dan meninggal tahun 814 M di Baghdad. Ia mengabdikan dirinya pada Sultan Harun Al Rasyid Sultan Baghdad. Abu Nawas juga dianggap seorang ulama. maka banyak lah muridnya.

Dan suatu ketika, ada tiga orang yang menanyakan kepada Abu Nawas pertanyaan yang sama. Pertanyaannya adalah, “Manakah yang lebih utama mengerjakan dosa-dosa besar atau orang yang mengerjakan dosa-dosa kecil ?”

Orang pertama menanyakan hal itu, dan jawaban Abu Nawas adalah, “Orang yang mengerjakan dosa kecil” 

01 May 2013

Mutiara Kalam

Habib 'Umar bin Hafidz dalam mutiara kalamnya berkata,

"Obati hati kalian dari mengagungkan sesuatu yang tidak di agungkan Allah Subhanahu wa Ta'ala karena smua itu menyebabkan kehinaan di hari Qiamat. Dan Akan mendengar seruan pangilan memanggil yang mana semua makhluq mendengar, 'Orang ini telah mengagungkan sesuatu yang tidak di agungkan oleh Allah...!'
Maka berjatuhan daging yang ada di wajahnya karena sangatnya malu."


01 March 2013

Malah Mendapat Hadiah

Pada suatu siang Abu Nawas berada di istana ketika Raja Harun Ar-Rasyid sedang sibuk menerima rombongan tamu dari kerajaan sahabat. Saat itu hanya ada dua orang pelayan. Abu Nawas diminta untuk membantu kedua pelayan itu.

Ketika Abu Nawas sedang membawa semangkuk gulai yang masih panas untuk hidangan siang, tiba-tiba kakinya terpeleset. Gulai yang dibawanya pun tumpah dan sebagian mengenai muka sang raja.

Sebenarnya Raja sangat marah atas kejadian tersebut. Tetapi karena banyak tamu, ia tahan kemarahannya.

“Maafkan, Tuan-tuan, atas kelakuan pelayan kami yang kurang ajar tadi,” kata Raja.

Dari balik pintu tiba-tiba Abu Nawas membaca sepotong ayat Al-Qur’an, “.... Orang-orang yang bertaqwa, yaitu mereka yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya....”

22 January 2013

Syariat, Thariqah, Haqiqah, Ma’rifah

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah-istilah agama yang kadang-kadang pengertian masyarakat masih rancu, istilah tersebut antara lain :

Syariat,  Thariqah, Haqiqah, Ma’rifah

1. Syariat :
Adalah hukum Islam yaitu Al qur’an dan sunnah Nabawiyah / Al Hadist yang merupakan sumber acuan utama dalam semua produk hukum dalam Islam, yang selanjutnya menjadi Madzhab-madzhab ilmu Fiqih, Aqidah dan berbagai disiplin ilmu dalam Islam yang dikembangkan oleh para ulama dengan memperhatikan atsar para shahabat ijma’ dan kiyas. Dalam hasanah ilmu keislaman terdapat 62 madzhab fiqh yang dinyatakanmu’tabar (Shahih dan bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya) oleh para ulama. Sedangkan dalam hasanah ilmu Tuhid (keimanan), juga dikenal dengan ilmu kalam. Ahirnya ummat Islam terpecah menjadi 73 golongan / firqah dalam konsep keyakinan. Perbedaan ini terdiri dari perbedaan tentang konsep konsep, baik menyangkut keyakinan tentang Allah SWT, para malaikat, kitab kitab Allah, para Nabi dan Rasul, Hari Qiamat dan Taqdir.

08 October 2012

PENGERTIAN THORIQOH./TASYAWUF.

Oleh Von Edison Alouisci (Sunni Madzab Safi`i)


Dalam dunia tsawauf seringkali dikenal istilah thoriqoh, yang berarti jalan, yakni jalan untuk mencapai keridho'an Allah SWT. Dengan pengertian ini bisa digambarkan, adanya kemungkinan banyak jalan, sehingga sebagian sufi menyatakan aturuk biadadi anfasill makhluk, yang artinya jalan menuju Allah SWT itu sebanyak hitungan nafas makhluk, aneka ragam dan bermacam-macam. Kendati demikian orang yang hendak menempuh jalan tersebut haruslah berhati-hati, karena dinyatakan pula " faminha mardudah waminha maqbulah" yang artinya dari sekian banyak jalan, ada yang sah dan adapula yang tiadak sah, ada yang diterima adapula yang tidak diterima. Yang dalam istilah ahli thoriqoh disebut mu'tabaroh wa ghoiru mu'tabaroh.

08 September 2012

Hb. Lutfi: Benarkah tarekat itu bid'ah

Tanya Jawab dengan Habib Lutfi,- Al Kisah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya pernah membaca buku yang menyatakan sesatnya tarekat dan mengharamkan membaca sholawat. Saya bingung, bagaimana mungkin sebuah komunitas zikir disebut sesat. Alasannya, tak ada tuntunan Rasulullah. Saya semakin bingung lagi. Pertanyaan saya, begitu sempitkah ajaran Islam itu sehingga semuanya harus mengikuti Rasulullah? Menurut saya, tarekat juga membaca wirid yang diajarkan Rasulullah. Dan menurut sebuah hadist, Allah swt dan malaikat pun bersholawat kepada Rasulullah saw. Hanya karena dikelompokkan dan kemudian berzikir secara bersamaan dalam sebuah kelompok disebut sesat dan bid'ah? Mohon penjelasan, apa batasan bid'ah itu? Apakah juga untuk semua hal, termasuk wirid secara bersama-sama? Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jabir Ibnu Hayyan


10 August 2012

Terapi Hati: Memperbaiki Aib Diri Sendiri

.…fenomena tayangan infotainment yang menceritakan kekisruhan rumah tangga orang lain, membeberkan perselingkuhan serta perzinahan yang terjadi dengan begitu terang benderang.

Ada seorang perempuan datang kepada Syaikh Hatim Al Asham untuk bertanya tentang sebuah persoalan. Saat bertanya, tiba-tiba keluarlah suara buang angin dari perempuan itu dan ia merasa sangat malu.
“Keraskan suaramu!,” teriak Hatim dengan keras untuk mengesankan seolah ia tuli.
Si perempuan merasa senang dan mengira kalau Hatim tidak mendengar suara buang anginnya. Karena kejadian itulah, kemudian Syaikh Hatim mendapat julukan Al Asham (si tuli).

05 August 2012

Para Wali Allah Saling Mengenal di Alam Ruhani



Al Imam al Alim al Alamah al Arif Billah Muhadits al Musnid al Mufasir Qutb al Haramain Syeikh Muhammad al Maliki al Hasni al Husaini as Syadzili Mekah menyebutkan bahwa Syekh Ahmad Shohibul wafa Tajul ‘Arifin adalah Sulthonul Awliya fi hadza zaman bahkan beliaupun menyebutkan Qoddasallahu Sirrohu bukan Rodliyallohu ‘anhu seperti yang kebanyakan disebutkan oleh para ikhwan. Walaupun secara dhohir Syekh Muhammad Alawy Al-Maliki belum bertemu dengan pangersa Abah namun keduanya telah mengenal di alam ruhani yang tak dibatasi ruang dan waktu.
Mereka yang memperjalankan diri kepada Allah Azza wa Jalla akan saling mengenal di alam ruhani yang tak dibatasi ruang dan waktu.

12 July 2012

Nasehat Sayyidina Ali ra


Umat Islam sedikit sekali memahami dan mendalami apa yang disampaikan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra dikarenakan terpengaruh oleh “gangguan” Abdullah bin Saba’ Al-Yamani salah seorang yahudi yang berpura-pura masuk Islam. Sesungguhnya ini sebuah kerugian yang sangat besar.

Berikut ini nasehat yang disampaikan Sayyidina Ali ra, yang dikenal sebagai imam dalam ilmu hikmah (pemahaman yang dalam) dan futuwwah yang mendapatkan pengajaran dan bimbingan langsung dari imam segala mursyid yakni Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam.

Nasehat Sayyidina Ali ra kepada puteranya