Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

04 Mei 2013

Jembatan (Shirath)

JEMBATAN (SHIRATH)
Jembatan Shirat adalah sesuatu yang benar/haq wajib diimani oleh setiap muslim. Shirat adalah jembatan yang terbentang diatas neraka jahanam, dilewati oleh semua yang beriman. Muslimin dan pengikut para Rasul akan berhasil melewati Shirat. Shirat ini lebih tajam dari pedang, lebih halus dari rambut, dan mudah menggelincirkan. Shirat adalah jalan yang gelap serta membakar.

Melewati jembatan shirat termasuk ujian berat, bahkan yang paling berat pada hari kiamat, sebab di dalamnya terdapat berbagai hal yang menakutkan, mencemaskan, dan mengkhawatirkan mereka. Dan mereka tidak bisa membayakan bagaimana bentuk penyeberangan ini.

Maka muslimin, pengikut Rasulallah saw dan yang lainnya akan melewati jembatan tadi. Keselamatan melewat jembatan shirath itu tergantung dari amal perbuatan mereka di dunia, diantara mereka ada yang lewat bagaikan kejapan mata, ada juga yang lewat seperti kilat, ada yang lewat bagaikan angin, ada juga yang lewat bagaikan burung. Ada juga yang seperti kuda tunggangan yang kencang. Ada lagi yang berlari dan berjalan. Ada juga yang lewat seperti bayi merangkak. Mereka semua berjalan sesuai dengan kadar amal perbuatan mereka sewaktu di dunia. Jika amal mereka baik maka mereka akan mudah melewati shirat, jika buruk mereka akan dipersulit untuk melewatinya. Makanya kita harus menyakini dengan keimanan yang kuat dan memelihara amal amal kita di dunia agar kita bisa selamat dari ujian-ujian tersebut.


Dari Abu Said Al-Khudry : ”Maka ada orang-orang mukmin yang melewatinya sekejap mata, ada yang seperti kilat, ada yang seperti angin, ada yang seperti burung, ada yang bagaikan tunggangan yang baik. Orang yang selamat tanpa suatu apapun, itulah yang akan selamat kesurga. Orang yang tercakar, masih menggantungkan nasibnya dan yang terdorong akan masuk ke neraka” (Bukhari, Muslim, An-Nasa’i  dan Ahmad)

Ketika selamat melewati jembatan sampai ke seberang, mereka berkata: ”Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dan kamu dari neraka setelah terlebih dahulu memperlihatkan dirimu kepada kami.Sungguh Allah telah menganugerahkan kepada kami apa yang tak pernah Dia berikan kepada siapapun” (HR. Al-Hakim).

Di saat ujian melewati jembatan shirath setiap orang hidup nafsi nafsi, hanya memikirkan dirinya sendiri. Masing masing ketakutan dengan kedahsyatan hari itu. Dan disinilah pentingnya keberadaan Nabi saw di shirath. Keberadan beliau di sana untuk memberi syafaat kepada umatnya agar mudah melewati jembatan itu.

Anas bin Malik ra berkata dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad, ”Aku memohon kepada Nabi agar memberikan Syafaat untukku pada hari kiamat.” Rasulallah saw bersabda: “aku akan melakukannya”. Anas bertanya lagi :” Wahai Rasulullah dimanakah aku mencarimu? Beliau bersabda : “Carilah aku pertama kali diatas shirat”. Anas lalu bertanya lagi, “Bagaimana jika aku tidak menjumpai mu di atas shirat? Beliau bersabda, “Maka carilah aku di mizan”. Aku bertanya, “Lalu bagaimana kalau aku tidak menjumpaimu di mizan? “. Beliau bersabda : “Maka carilah aku di Haudh (telaga) . Karena sesungguhnya aku tidak luput dari tiga tempat tersebut”.

Tentu dari kemulian Nabi saw disisi Allah, beliau adalah orang pertama yang akan melewati jembatan shirath yang terbentang diatas neraka jahanam, kemudian diikuti oleh ummatnya.
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda: “Lalu diletakkan shirat diantara kedua sisi jahanam, maka aku adalah orang yang pertama kali melewatinya diantara para Rasul yang membawa umatnya. Tidak ada yang dapat berbicara ketika itu kecuali para Rasul. Doa para Rasul ketika itu adalah : “Ya Allah. Selamatkanlah, selamatkanlah.” (Bukhari Muslim)

Saudaraku, kita tidak segan segan berdoa semoga Allah selalu memberikan petunjuk yang baik kepada kita agar supaya tetap beramal baik dan beristiqamah dalam melakukan segala yang dianjurkan Allah dan Rasul-Nya dan dimapuni dosa dosa kita dan diberikan rahmatNya yang luas agar kita selamat di akhirat nanti dan bisa menyebrangi jembatan shirath bersama sama Nabi saw. Karena beliau adalah satu satunya manusia yang bisa membatu dengan syafaatnya dari kedahsyatan hari hari akhirat. Amin.

Sumber: http://hasanassaggaf.wordpress.com/2010/06/05/jembatan-shirath/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar