Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

04 Mei 2013

Al-Mizan (Neraca)

AL-MIZAN (NERACA)
Mizan adalah sesuatu benar yang wajib diimani dengan keimanan yang kuat. Mizan merupakan sebuah neraca yang akan menimbang antara pahala dan dosa setiap makhluk. Semua amal baik dan buruk manusia akan ditimbang, lalu divonis oleh Allah untuk menentukan apakah seseorang akan masuk surga atau terjerumus ke dalam neraka.

Yang dimaksud dengan neraca atau mizan di sini adalah neraca yang sesungguhnya seperti neraca yang kita dapati di dunia. Adapun mengenai bentuk dan ukurannya sulit dibayangkan. Sebagian ulama menyipatkan kedua takaran timbangan trb lebih luas dari lapisan langit dan bumi Allah, malaikat Jibril memegang timbangan dan memeriksa kedua takarannya dengan teliti sedang malaikat Mikail menjaganya setelah dihisab.


Yang penting timbangan itu tidak bisa dibayangkan bagaimana bentuknya hanya Allah yang mengetahuinya, karena hal ini merupakan perkara sam’iyat tertera dalam al-Qur’an dan hadits yang wajib diimani dengan iman yang kuat. Rasulallah saw bersabda dalam hadits beliau yang diriwatkan oleh Hakim dari Salman ra, ” Pada hari kiamat neraca amal akan diletakan. Adaikata seluruh langit dan bumi ditimbang oleh neraca itu niscaya mampu untuk menimbang”

Jadi, yang dimaksudkan dari hadits diatas bahwa neraca atau mizan adalah neraca sesungguhnya. Neraca itu sangat teliti dalam menimbang, neraca yang tepat, tidak bisa dipermainkan. Disaat semua amal manusia ditimbang, neraca itu tidak berkurang dan tidak berlebih, tidak ada amal apapun yang akan luput dari timbangan.

Walaupun amal perbuatan manusia sebesar biji sawi atau lebih kecil dari sawi bisa ditimbang dalam neraca itu.
Allah berfirman.
فَأَمَّا مَن ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ * فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَّاضِيَةٍ * وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ * فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ * وَمَآ أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ
نَارٌ حَامِيَةٌ
”Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” (al-Qar’ah, 6-11)

”Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala) nya. Dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (Anbiya, 47)

Sumber: http://hasanassaggaf.wordpress.com/2010/06/05/al-mizan-neraca/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar