Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

08 Agustus 2012

Hidangan Makanan dalam Tahlilan untuk Mayit

Bagaimana pandangan syara` mengenai pembagian makanan dalam acara tahlilan dirumah mayit ?

Memang menjadi kebiasaan orang nadlhiyin mengadakan acara tahlilan di rumah mayit selama 7 hari dan membagikan makanan kepada mereka setelah selesai acara
Apa yang mereka lakukan ahir-ahir ini menjadi perbincangan hangat oleh sebagian kelompok tapi perlu di ingat mereka melakukan kegiatan-kegiatan tersebut berdasarkan dalil sehingga bagi yang tidak setuju seharusnya menghormati apa yang mereka lakukan dan mengkaji dalil-dalil mereka dengan insyaf tanpa di dasari oleh hafa nafsu, diantara sandaran mereka adalah

1. Pendapat sayyidina umar sebagaimana yang dijelaskan ibnu hajar alusqolani dalam kitab almatholib al`aliyyah juz 1 hal 19
عن الأحنف بن قيس قال : حين طعن عمر أمر صهيبا أن يصلي بالناس ثلاثا وأمر يأن يجعل للناس طعاما .قال الحافظ ابن حجر اسناده حسن
Artinya di saat sayyidina umar ditusuk dan dalam keadaan luka parah beliau menyuru shihab agar nanti menjadi imam selama tiga kali dan memberi makan mereka

2. Pendapat Imam thowus salah satu tabi`in ( alamatholib al`aliyyah juz 1 hal 99)
وعن طاووس قال : إن الموتى يفتون في قبورهم سبعا ويستحبون ان يطعموا عنهم تلك الأيام . قال الحافظ ابن حجر إسناده قوي

Artinya : imam thowus berkata sesungguhnya para mayit dicoba oleh allah selama tuju hari sehinggga disunnatkan untuk memberi makan kepada manusia selama waktu tersebut

3. Seseorang boleh mengeluarkan shodaqoh dan pahalanya disampaikan ke mayyit dan ini sudah menjadi kesepakatan para ulama bahkan ibnu qoyyim dalam kitab arruh menjelaskan dengan detail dalam masalh ini.
Tapi sebaiknya yang menyiapakan makanan adalah tetangga mayit bukan keluarga mayyit karna mereka sibuk dan sedih atas musibah ini,sedangkan pembiayaan boleh diambil dari keluarga mayyit,tidak boleh dari harta peninggalan mayit supaya sesui apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW

اصنعوا آل جعفر طعاما فقد جاءهم ما يشغلهم

( ja`far attoyyar )

Sumber: http://www.himmahfm.com/id/fatwa/as-sunnah-a-al-bidah/57-hidangan-makanan-dalam-tahlilan-untuk-mayit.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar