Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

08 Agustus 2012

Mengabadikan Peninggalan Sejarah

Islam agama universal mencakup segala aspek kehidupan baik hubungan vertikal atau hubungan horizontal bahkan Alquran banyak menyinggung kehidupan sosial dari pada masalah-masalah hukum.

Islam juga peduli dengan peninggalan sejarah, sehingga mengkaji dan mengabadikannya merupakan pekerjaan yang sangat luhur dan didukung oleh mayoritas umat Islam.Kitab suci Alquran adalah bentuk kongkrit peninggalan yang dijaga oleh Allah SWT sebagaimana tertera dalam surat Al-hijr ayat 9 :

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ )

Artinya : "Sesungguhnya kamilah yang menurunkan alquran, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya".


Banyak ayat-ayat Al-quran yang menjelaskan kisah para nabi seperti nabi Yusuf, nabi Dawud, nabi Isa dan lain sebagainya. Ini adalah bentuk pelestarian sejarah oleh Allah SWT.

Peninggalan sejarah bukan hanya dijadikan kebanggaan belaka atas prestasi kemajuan yang diraih atau sekedar meratapi kemunduran-kemunduran zaman dahulu melainkan dijadikan ukuran untuk era yang akan datang sehingga lebih kritis dan berhati-hati dalam menentukan sikap.

Fungsi Dan Bentuk Nyata Peninggalan Sejarah

Imam Syathiby dalam kitab Muwafaqotnya mengatakan:

Apa yang disyariatkan oleh Allah di muka bumi ini hanya untuk kemashlatan hambaNya baik yang sekarang atau yang akan datang serta mengandung hikmah .

Adapun manfaat pelestarian peniggalan sejarah sebagaimana berikut:

1- Peringatan bagi umat manusia

Kodrat manusia itu tidak sempurna, pelupa, penuh dengan kekurangan dan kesalahan sehingga perlu peringatan dan motivasi dalam melakukan amal-amal sholeh.

Kisah Firaun (Ramsis XIII) yang di sebutkan dalam Al-quran surat Yunus ayat 92:

(فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آَيَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آَيَاتِنَا لَغَافِلُونَ)

Artinya: (Maka pada hari ini Kami selamatkan supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesunggunya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami).

Menurut sejarah setelah Firaun tenggelam mayatnya kemudian terdampar di pantai setelah itu ditemukan oleh orang-orang Mesir lalu di balsem, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat di lihat di museum.

Ini merupakan bentuk peniggalan sejarah yang diabadikan oleh Allah SWT dengan menciptakan obat pengawet yang ditemukan ilmuwan zaman itu, dengan tujuan agar umat manusia tidak mengikuti jejak Firaun yang sombong dan rakus sehingga kesombongannya membinasakan dirinya sendiri,

Firaun adalah bukti sejarah yang harus di ingat oleh semua umat manusia.

2- Belajar dari sejarah untuk masa depan yang lebih cerah

Pada tahun (1000–1250 M) keutuhan umat islam dalam bidang politik mulai pecah, kekuasaan Khalifah menurun dan ahirnya Baghdad dapat dirampas dan dihancurkan oleh Hulagu pada tahun 1258 M Khalifah sebagai lambang kesatuan politik umat islam hilang.

Begitu juga pada tahun (1500–1800 M) disintegrasi bertambah meningkat. Perbedaan antara sunni dan syiah begitu juga antara Arab dan Persia bertambah nyata, umat Islam di Spanyol di paksa masuk Kristen atau keluar dari agama Islam

Ini semua terjadi karena umat Islam saat itu kurang memahami dan mempraktekkan makna persatuan dan ukhuwwah Islamiyyah, sibuk dengan masalah-masalah khilafiah fiqih (perbedaan fiqih) sehingga yang seharusnya menjadi rahmah berbalik menjadi bencana, mementingkan urusan pribadi dan golongan padahal persatuan kunci kemenangan umat Islam sedangkan perpecahan lambang kehancuran.

3- Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Ziarah kubur merupakan bentuk peninggalan sejarah yang harus diabadikan bukan dihilangkan sebagaimana yang disabdakan oleh nabi SAW melalui riwayat imam Ahmad :

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ

Artinya : Telah aku larang kamu semua ziarah kubur lalu aku perbolehkan karena ziarah kubur mengingatkan kehidupan akhirat.

Hadis lain yang diriwayakan imam Turmudhi nabi SAW bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِالْقُبُورِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِي زِيَارَةِ قَبْرِ أُمِّهِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الْآخِرَةَ

Artinya: Telah aku larang ziarah kubur dan nabi Muhammad telah diberi izin oleh Allah untuk berziarah ke makam ibunya maka berziarahlah kamu sekalian karna ziarah kubur mengingatkan kehidupan akhirat.

Menurut Abu Isa hadis di atas dikatagorikan hadis hasan shohih dan diperbolehkan mengamalkannya.

Dari teks hadist diatas bisa diambil kesimpulan bahwa nabi Muhammad tidak akan mendatangi makam ibunya untuk berziarah kalau beliau tidak mengetahuinya. Logikanya menjaga makam adalah suatu keharusan, sebab tidak mungkin berziarah kubur kalau makamnya dihancurkan, dan penghancuran makam adalah tindakan kriminal yang bertentangan dengan sunnah Nabi SAW.

4- Membentuk umat yang mensyukuri nikmat Allah SWT

Kelebihan yang diberikan untuk sebagian umat manusia merupakan hak Allah. Baik berupa pangkat, nasab, harta benda, tempat dan sebagainya dan yang penting dari itu semua adalah bagaimana mensyukurinya dengan menjahukan sifat sombong dan riya'.

Kelebihan tempat merupakan anugrah Allah bagi penghuninya. Sang penghuni harus menjaga dan melestarikan dengan amanah dan tanggung jawab.

Kota Makkah dan Madinah merupahkan bentuk wujud dari kelebihan tempat. Di makkah semua umat manusia melakuan aktifitas haji mulai dari tawaf sampai mabit di Mina dan disitulah Nabi menerima wahyu yang pertama kali surat Al-alaq.

Madinah tempat hijrah Nabi Muhammad SAW saat di sakiti, dihina dan diusir oleh orang-orang Quraish. Madinah pusat sejarah perjuangan nabi Muhammad SAW serta tempat nabi dimakamkan, di sampingnya ada Roudloh (Tempat berdoa yang mustajab) sebagimana yang di sabdakan oleh nabi SAW :

(ما بين منبري وبيتي روضة من رياض الجنة . وفي رواية ما بين منبري وقبري)

Yang artinya: (Diantara mimbar dan rumahku adalah bagian dari taman surga)

Kedua kota tersebut penuh dengan peninggalan sejarah Islam yang harus dijaga dan diperhatikan sehingga tidak etis jika peninggalan-peninggalan tersebut dimusnahkan atas dasar hukum yang masuk katagori khilaf (perbedaan) antar ulama.

5- Belajar dari kemajuan dan kemunduran Islam

Prestasi orang-orang Arab muslim dalam ilmu pengetahuan memang menjadi kenyataan sejarah yang tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. Prestasi tersebut bukan hanya karena mereka dapat menjaga dan meneruskan sirkulasi ilmu pengetahuan dalam sejarah peradaban manusia, akan tetapi umat Islam mampu menghasilkan produk-produk pemikiran dan keilmuan yang genuine.

Pengaruh Islam pada ilmu dan teknologi terhadap bangsa Eropa sangat significant. Dari teknologi pelayaran, pertanian, sampai pada matematika, astronomi, kedokteran, logika, dan metafisika.

Prestasi orang arab muslim dalam ilmu pengetahuan dan filsafat berawal dari gerakan penerjemahan terhadap karya-karya Yunani berbahasa syiria, gerakan penerjemahan itu dilakukan berdasarkan political will dari Harun Ar Rasyid dan diteruskan oleh Al Makmun.

Pada masa Al Makmun gerakan penerjemahan mencapai puncaknya dengan berdirinya Bayt Al Hikmah. Sejak saat inilah sampai seterusnya, terjadi banjir besar-besaran. Proyek ini terus berlangsung sepanjang abad kesembilan dan sebagian besar abad kesepuluh.

Al khawarizmi dan para penerusnya telah menghasilkan metode-metode untuk menjalankan operasi-operasi matematika yang secara aritmatis megandung berbagai kerumitan. Berbagai operasi mendapatkan akar kuadrat dari satu angka. Berbagai operasi yang dikenal oleh orang yunani digarap dengan cara ini. Permulaan pecahan-pecahan decimal dapat ditelusuri balik ke sebuah karya yang ditulis pada sekitar yahun 950 oleh seorang yang disebut Al Uqdisi. Diantara ahli matematika lain yang karyanya telah diterjemahkan bahasa latin adalah Al Nayrizi Dan Ibnu Haitam. Ibnu Haitam telah menguasai seluruh karya bahasa yunani dan karya ahli-ahli matematika dan dokter-dokter arab sebelumnya. Ia malah sudah melangkah untuk memecahkan masalah-masalah yang lebih jauh. Sekitar lima puluhan buku dan risalahnya masih tersedia dewasa ini. Yang paling terkenal adalah kitab Al-manazir yang kemudian diterjemahkan kedalam bahasa latin dengan judul opitace thesaurus.

Orang-orang Moor di Spanyol berperan penting dalam kajian-kajian metamatika dan astronomi dan karenanya sarjana eropa mampu melibatkan diri dalam disiplin-disiplin ini. Ahli pertama dibidang ini adalah Maslama al matriji (w. 1007 M) yang sebagian besar masa hidupnya dihabiskan di Cordova dan kemajuaan-kemajuan lainnya yang telah diraih oleh umat islam saat itu.

Setelah masa khilafiyah hancur umat islam mengalami kemunduran yang sangat drastis sekali perongrongan dari luar semakin menjadi2 isu kristenisasi di mana-mana.penjajahan terhadap umat islam dalam segalah aspek kehidupan ekonomi, pemikiran, perbankan, kebudayaan dan tehnologi. Diangkatlah kasus-kasus lama dalam islam oleh barat seperti kasus perbudakan, emansipasi wanita, teroris, dll. Dengan tujuan doktrinasi terhadap kader-kader islam agar benci agama, bangsa dan simpati terhadap barat. Padahal kasus-kasus tersebut sudah dijawab oleh ulama` islam dengan tegas tidak ada lagi yang dipermasalahkan.

Akibatnya umat Islam lupa dengan Sang Pencipta, lupa dengan peradabannya sendiri, lupa dengan landasan-landasan Islam yang tersirat dalam kitab suci Al-quran dan sunnah Nabi. Dunia barat dijadikan landasan berfikir dan mengambil sikap. Sehingga tidaklah aneh apabila pemuda-pemuda islam lebih mengagumi pemimpin barat dari pada tokoh-tokoh islam. Hafal para pemain sepak bola, para artis, para actor, dll dari pada nabi dan sahabatnya.

Padahal kemajuan umat islam itu karna kembali dan tunduk dengan syariat islam, sejarah membuktikan disaat khilafah Islamiyyah dikendalikan oleh Umar bin Abdul aziz umat islam mengalami kemajuan yang sangat pesat sekali, sehigga tak satu pun orang Islam mau menerima zakat karna mereka merasa cukup dan kaya.

Yang perlu di catat disini : Apakah Umar abdul aziz dalam mengendalikan khilafah islamiyah berpegang teguh pada landasan islam atau barat?

Semua ahli sejarah sepakat menjawab bahwa beliau berpegang teguh dengan landasan-landasan Islam yang telah di jelaskan oleh Allah SWT dan Rosulnya baik global atau terperinci.

Kita harus sadar bahwa timbulnya kekacuan, peperangan, diskriminisasi itu asalnya dari Barat karna hanya ingin menguasai dunia. Teroris merupahkan reaksi dari tindakan mereka, sebab jihad dalam Islam merupahkan pembelaan bukan penyerangan dan pembunuhan.

Kasus pembunuan di Irak dan Palestina merupakan saksi bisu kebiadapan barat dalam menindas umat islam.

Ahirnya, dari sini kita sebagai umat Muhammad SAW dituntut untuk koreksi diri dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang terjadi baik melalui pengkajian sejarah atau yang lainnya, khususnya yang berhubungan dengan masa keemasan dan kehancuran umat Islam untuk dijadikan ukuran berfikir melangkah ke depan yang lebih cerah dan dijadikan perjalanan hidup yang lebih kokoh dan kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

(Jafar Attoyyar )

Sumber: http://www.himmahfm.com/id/fatwa/as-sunnah-a-al-bidah/104-mengabadikan-peninggalan-sejarah.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar