Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

31 Oktober 2012

3. Isra’ Mi’raj

ISRA’ MI’RAJ
Salah satu mukjizat Nabi saw yang terbesar adalah Isra’ dan Mi’raj. Hal ini merupakan kejadian yang luar biasa yang tidak bisa masuk akal manusia biasa tapi harus diyakini dan diimani oleh setiap muslim dengan keimanan yang benar. Kejadian luar biasa ini telah dialamai Nabi saw setahun sebelum beliau hijrah ke Madinah, yaitu tepatnya pada tanggal 27 Rajab setahun sebelum Hijrah Nabi.

Isra’ berasal dari asra’ yusri artinya berjalan di waktu malam. Jadi isra’ adalah perjalanan Nabi saw di malam hari dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Sedangkan mi’raj berasal dari ’araja ya’ruju artinya naik. Jadi arti mi’raj bagi Rasul saw adalah naik ke langit sampai ke langit yang ketujuh bahkan ke tempat yang paling tinggi yaitu Sidrah al-Muntaha. Kejadian ini telah diabadikan dalam al-Qur’an di dalam surat al-Isra’.

Kejadian Isra’ dan Mi’raj merupakan rihlah ruhaniyah dan jasadiah atau perjalanan ruh dan jasad Nabi saw karena selama dalam perjalanan beliau banyak menyaksikan kejadian-kejadian luar biasa, pelajaran yang sangat berguna untuk membina beliau menjadi seorang nabi dan rasul. Jadi kejadian Isra’ Mi’raj Nabi saw bukan sekedar mimpi atau dilakukan oleh ruh Nabi saw. Tapi kejadian ini dialami Nabi saw dengan jasad dan ruh dan beliau dalam keadaan sadar bukan tidur. Ini pendapat sebagian besar ulama.

Setelah melakukan isra’ mi’raj, Nabi saw kemudian menceritakan kejadian tersebut kepada kaum Quraisy Mekkah. Tentu peristiwa ini menjadi bahan tertawaan mereka,   tidak seorangpun percaya, bahkan yang sudah masuk islam pada saat itu banyak yang murtad. Karena mereka menganggap Nabi saw membawa berita palsu. Kecuali sahabat beliau Abu Bakar ra, orang pertama yang mempercayainya.

Kejadian ini memang tidak masuk di akal manusia biasa, tapi bagi orang beriman yang mempercayai bahwa Allah adalah Dzat yang maha berkuasa, kejadian tersebut bukan sesuatu yang mustahil. Sebab beliau tidak berisra’-mi’raj dengan kemauan sendiri, tapi dengan kehendak Allah. Dan Allah jika berkehendak sesuatu, maka tidak ada mustahil bagi-Nya untuk melakukannya (Kun Fayakun).

Jelasnya, Isra’ dan Mi’raj Nabi saw kejadian luar biasa dan merupakan mukjizat yang harus diyakini dan diimani oleh setiap muslim dengan keyakinan yang mantap. Adapun kisah Isra’ Mi’raj Nabi saw diperlukan pembahasan yang luas. Wallahua’lam. 

http://hasanassaggaf.wordpress.com/2010/06/02/isra-miraj/?preview=true&preview_id=184&preview_nonce=67207732ac

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar