Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

10 September 2012

Masjid Abuja, Simbol Toleransi Beragama







Berdirinya Masjid dan Gereja Nasional Abuja, yang berseberangan, diharapkan menjadi simbol keharmonisan kehidupan masyarakat Nigeria.


Nigeria adalah negara dengan berbagai macam kelompok etnik. Tercatat sebanyak lebih dari 250 kelompok etnik yang terdapat di negeri ini. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Penduduk muslim di negeri ini mencapai sekitar 50% dari seluruh penduduk, menjadikan umat muslim sebagai mayoritas, diikuti umat Kristiani, sebanyak 40%. Sedangkan sisanya aliran kepercayaan.
Oleh karena itu tak mengherankan negeri ini memiliki banyak masjid. Yang paling besar adalah Masjid Nasional Abuja, yang kini lebih sebagai situs sejarah Islam.



Masjid Nasional Abuja terletak di pusat pemerintahan Nigeria, berseberangan dengan Gereja Nasional Abuja, di Independent Avenue, dan berdekatan dengan Kantor Departemen Pertahanan Nasional Nigeria, yang lebih dikenal sebagai Gedung Kapal, karena bentuk bangunannya yang mirip kapal laut.
Posisi masjid dan gereja yang berseberangan ini sengaja dibuat demikian sebagai simbol keharmonisan di negeri yang memiliki sejarah panjang perang saudara dan pergantian tampuk kekuasaan dengan cara kudeta.

Di negeri ini, penduduknya, muslim maupun non-muslim, hidup berdampingan dan berkembang bersama secara harmonis. Salah satu wujud keharmonisan itu, jema’at non-muslim pun banyak yang berkunjung bahkan berdoa di Masjid Abuja. Inilah salah satu yang membuat masjid ini menjadi masjid nasional  kebanggaan warga Nigeria.

Sejarah Berdirinya Masjid Abuja Masjid Abuja dibangun pada tahun 1984 bersamaan dengan pembangunan kota Abuja sebagai ibu kota baru bagi negara Nigeria. Masjid yang terletak di Independent Avenue ini juga dilengkapi dengan perpustakaan, ruang pertemuan bagi 500 tamu, serta tempat tinggal untuk imam dan muadzin.

Dalam sejarahnya, Nigeria adalah salah satu negeri bekas jajahan Inggris yang didera perang saudara tak berkesudahan antara kelompok Islam dan Kristen. Penyebab konflik tersebut, 12 negara bagian di utara Nigeria menuntut untuk melaksanakan hukum syari’ah Islam.

Perjuangan 12 negara itu menghadapi tantangan dari dunia internasional, khususnya Barat dan sekutunya. Namun ke-12 negara tersebut tetap pada pendiriannya, karena Konstitusi Negera Federal Nigeria melindunginya. Kondisi tersebut diperparah dengan silih bergantinya penguasa negeri itu dari satu kudeta ke kudeta berikutnya. Dari pemimpin kalangan Islam lalu berganti ke peminpin kalangan Kristen.

Berdirinya Masjid dan Gereja Nasional Abuja, yang berseberangan, diharapkan menjadi simbol keharmonisan kehidupan masyarakat Nigeria.

Sejak proses pembangungan hingga pengelolaannya saat ini, Masjid Nasional Abuja ditangani oleh Abuja National Mosque Management Board. Proses perencanaan arsitektural pembangunannya diserahkan kepada AIM Consultants Ltd.

Masjid Nasional Abuja sudah diresmikan oleh presiden Nigeria sebagai salah satu Monumen Nasional Nigeria dan menjadi milik seluruh rakyat Nigeria.


Arsitektur Masjid
Masjid Nasional Abuja menjadi pemandangan sentral di pusat kota Abuja, dengan empat menara di keempat sudut masjid. Satu kubah utama berlapis emas hingga memancarkan kilauan di bawah sinar matahari. Selain itu, masjid ini juga masih dipercantik dengan empat kubah kecil di masing-masing penjuru atapnya.

Secara keseluruhan bangunan masjid ini menggabungkan unsur budaya setempat dengan budaya Islam.


Asti, dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar