Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

14 Agustus 2012

Muslim Uighur Cina Dilarang Puasa




Bahkan, agar warga muslim Uighur tidak melaksanakan ibadah puasa, pemerintah mendesak pemimpin partai di provinsi tersebut untuk memberikan hadiah berupa makanan kepada para kepala desa. Upaya ini dilakukan agar warga muslim Uighur tetap makan seperti biasa selama bulan Ramadhan.


www.majalah-alkisah.comMenyedihkan. Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh keutamaan bagi umat Islam. Di seluruh belahan dunia, semua umat Islam wajib menjalankan ibadah puasa. Sayangnya, di Negeri Tirai Bambu, Cina, dengan dalih untuk menjaga stabilitas sosial, pemerintah melarang setiap umat muslim di Provinsi Xinjiang untuk beribadah puasa. Pemerintah “meminta” kepada semua anggota Partai Komunis di wilayah tersebut untuk menghalangi setiap muslim yang ingin menjalankan ibadah puasa.

Hindustan Times, Kamis 2 Agustus 2012, memberitakan, larangan ini resmi dituliskan di situs-situs yang dikelola oleh pemerintah. Para pejabat pemerintah di Xinjiang, yang juga anggota Partai Komunis, menghalangi etnis muslim Uighur yang berpuasa datang ke masjid untuk beribadah.



Bahkan, agar warga muslim Uighur tidak melaksanakan ibadah puasa, pemerintah mendesak pemimpin partai di provinsi tersebut untuk memberikan hadiah berupa makanan kepada para kepala desa. Upaya ini dilakukan agar warga muslim Uighur tetap makan seperti biasa selama bulan Ramadhan.

"Komite Partai Komunis telah mengeluarkan kebijakan yang komprehensif untuk menjaga stabilitas sosial selama Ramadan. Dilarang bagi kader Partai Komunis, pegawai pemerintah (termasuk yang sudah pensiun), dan siswa, untuk berpartisipasi dalam aktivitas religi selama Ramadan," tulis situs milik pemerintah kota Zonglang di Distrik Kashgar Xinjiang.

Tak hanya di Xinjiang, sebuah provinsi yang terletak di Barat Laut Cina yang merupakan tempat bagi 9.000.000 orang muslim beretnis Uighur, di kota Wensu, perintah larangan serupa juga disampaikan oleh biro pendidikan di daerah itu. Dalam situs mereka, sekolah-sekolah diminta untuk menjalankan perintah, dan memastikan agar murid-murid mereka yang beragama Islam tidak berpuasa dan memasuki masjid.

Inilah contoh untuk kesekian kalinya, tak habis-habisnya, betapa sulitnya kehidupan keagamaan muslim minoritas, yang hidup dalam tekanan, di tengah-tengah mayoritas non-muslim. Sementara mayoritas muslim di belahan bumi di mana pun diminta toleransinya, lebih banyak dan lebih banyak lagi, terhadap minoritas non-muslim (Bahkan kalau perlu, menyerahkan kepalanya!).

Jelas, larangan ini memicu kecaman di kalangan masyarakat Uighur. Kelompok HAM Uighur, Kongres Uighur Dunia, khawatir larangan ini akan menimbulkan dampak sosial yang buruk, yang akan memicu konflik dan bentrokan baru di Provinsi Xinjiang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar