Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

01 Agustus 2012

8- Hikmah Diutus Rasul



حكمة إرسال الرسل : إرشاد الخلق الى معرفة الخالق و الى ما يجب أن يعرف من صفاته و تبيين انواع العبادات و المعاملات و تبشير أهل الإيمان و الطاعة بالجنة و الثواب و إنذار اهل الكفر و المعصية بالعقاب و إظهار ما يحتاج الخلق اليه من أمور الدين و الدنيا ليكون الرسل منقذين للعالم من سـبيل الجهل و الغواية الى طرق الحق و الهداية ، قال الله تعالى { رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ }

HIKMAH DIUTUS PARA RASUL
Hikmah Allah sangat luas, kekuasaan Allah sangat besar, dan rahmat Allah itu tidak ada batasnya. Sudah barang tentu Allah mengutus para nabi dan rasul terdapat hikmah yang sangat mulia. Allah menciptakan makhluk hanya untuk beribadah kepada-Nya, melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dimurkai-Nya. Tentu untuk melaksanakan perintah Allah ini harus ada tuntunan dan bimbingan. Maka Allah menciptakan para rasul dan nabi sebagai penuntun dan pembimbing. Dan melalui tuntunan dan pimbingan para rasul, manusia bisa melaksanakan perintah dan larangan Allah dengan seksama.

Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk memberi petunjuk kepada manusia agar mereka mengenal Allah dan apa yang harus diketahui dari sifat sifat-Nya, menjelaskan kepada manusia hukum hukum yang bersangkutan dengan ibadah kepada Allah dan mu’amalat sesama manusia, memberi kabar gembira kepada yang beriman dan ta’at kepada-Nya kelak di akhirat balasanya adalah pahala dan surga, dan memberi peringatan kepada orang yang ingkar dan berbuat maksiat kelak mereka akan mendapat balasan adhab dan siksaan yang setimpal.

Juga Allah telah mengutus para nabi dan rasul untuk menerangkan apa apa yang dibutuhkan dari urusan dunia dan akhirat, menyelamatkan mereka dari bencana kebodohan dan menunjukan kepada mereka jalan yang benar dan berhidayah.
رُّسُلاً مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى اللَّهِ حُجَّةٌ بَعْدَ الرُّسُلِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزاً حَكِيماً
”(Mereka kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (an-Nisa’, 165).

Disamping itu akal manusia tidak akan sanggup mengetahui perkara-perkara yang gaib, seperti adanya hari kebangkitan, adanya surga dan neraka, adanya malaikat dan jin, dan yang lainnya. Semua perkara ini hanya bisa diketahui melalui jalur para rasul yang mendapatkan wahyu dari Allah yang mengutus mereka. Seandainya para nabi dan rasul tidak terutus maka manusia akan hidup di alam kegelapan dan tidak mungkin manusia bisa memiliki keimanan terhadap perkara yang gaib.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar