Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

01 Agustus 2012

3- Irhash



Irhash ialah kejadian luar biasa pada diri Nabi saw sebelum diangkat menjadi Rasul, khariqul ’adat atau sesuatu yang tidak bisa diterima oleh akal manusia hanya bisa dirasakan oleh keimanan, seperti:
-  awan memayungi Nabi saw di saat beliau berjalan di panas terik
-  jatuhnya kerajaan Kisra terjadi pada saat saat kelahiran Nabi saw
-  padamnya api di Persia (api yang dijadikan sesembahan atau Tuhan bagi orang orang Majusi yang tidak pernah padam) terjadi pada saat saat kelahiran Nabi saw.
-  dada Nabi saw  dibedah tatkala berumur 4 tahun oleh Jibril as dan dikeluarkan dari hati beliau segumpal darah dan dicucinya dengan air zamzam. Semua dilakukan Jibril as tanpa merasa sakit.
-  saat melahirkan Nabi saw, ibu beliau tidak merasa sakit seperti wanita sewajarnya
-  Halimah binti Abi-Dhua’ib, ibu susu Nabi saw dapat menyusui kembali setelah dinyatakan sebelumnya susunya telah kering.
-  Beliau dilahirkan dalam keadaan sudah berkhitan.
-  Pendeta Bahira menuturkan bahwa ia melihat tanda-tanda kenabian pada diri Nabi saw. Saat itu beliau berusia 12 tahun sedang beristirahat di wilayah Bushra dari perjalannya untuk berdagang bersama pamannya Abu Thalib ke Syiria. Pendeta Bahira menceritakan bahwa kedatangan Nabi saw saat itu diiringi dengan gumpalan awan yang menutupinya dari cahaya matahari. Ia juga sempat berdialog dengan Nabi saw dan menyaksikan adanya sebuah “stempel kenabian” (tanda kenabian) di kulit punggungnya.

Dan masih banyak lagi tanda tanda kenabian lainnya sebelum datangnya risalah. Ini semua merupakan Irhashat atau tanda tanda luar biasa, khariqul ’adat atau sesuatu yang menyimpang dari kebiasaan dan tidak bisa diterima oleh akal manusia hanya bisa dirasakan oleh keimanan. Semua ini diberikan kepada diri Nabi saw sebelum beliau diutus menjadi rasul.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar