Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

16 Januari 2013

3. Sahabat Ikut Dalam Perang Badar, Perang Uhud, dan Bai'at Ridhwan

SAHABAT YANG IKUT SERTA DALAM PERANG BADAR

Ahli Badr adalah sahabat Nabi saw yang melihat Nabi saw , beriman kepada Nabi saw, dan ikut berjihad bersama Nabi saw melalwan kafir Quraisy dalam perang Badr. Mereka dinamakan Ahli Bader. Perang badr merupakan perang antara kaum muslimin Madinah dan kaun musyrikin Quraisy Mekah terjadi pada tahun 2 H. Perang ini berkobar setelah berbagai upaya perdamaian yang dilaksanakan Rasulallah saw gagal.

Sahabat Nabi yang ikut dalam perang ini terdiri dari 317 orang dengan perlengkapan senjata sederhana yang terdiri dari pedang, tombak, dan panah. Berkat kepemimpinan Nabi saw dan semangat sahabat (Ahlul Bader) yang membaja, kaum muslimin keluar sebagai pemenang. Abu Jahal, panglima perang pihak pasukan Quraisy dan musuh utama Nabi saw sejak awal, tewas dalam perang itu. Sebanyak 70 tewas dari pihak Quraisy, dan 70 orang lainnya menjadi tawanan. Di pihak kaum muslimin, hanya 14 yang gugur sebagai syuhada.

Kemenangan itu sungguh merupakan pertolongan Allah ” Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.” ( al-Imron, 123)

SAHABAT YANG IKUT SERTA DALAM PERANG UHUD

Ahli Uhud adalah sahabat Nabi saw yang ikut berjihad bersama Nabi saw dalam perang Uhud. Perang yang terjadi di Bukit Uhud ini berlangsung pada tahun 3 H. Perang ini disebabkan karena keinginan balas dendam orang-orang Quraisy Mekah yang kalah dalam perang Badr. Pasukan Quraisy, dengan dibantu oleh kabilah Tihama dan Kinanah, membawa 3.000 ekor unta dan 200 pasukan berkuda di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Tujuh ratus orang di antara mereka memakai baju besi. Adapun jumlah pasukan Nabi saw hanya berjumlah 700 orang.


Perang pun berkobar. Tentara Islam dapat memukul mundur pasukan musuh yang jumlahnya jauh lebih besar. Tentara Quraisy mulai mundur dan kocar-kacir meninggalkan harta mereka. Melihat kemenangan yang sudah di ambang pintu, pasukan pemanah yang ditempatkan oleh Rasulullah di puncak bukit meninggalkan pos mereka dan turun untuk mengambil harta peninggalan musuh. Mereka lupa akan pesan Rasulullah saw untuk tidak meninggalkan pos mereka dalam keadaan bagaimana pun sebelum diperintahkan. Mereka tidak lagi menghiraukan gerakan musuh.

Situasi ini dimanfaatkan musuh untuk segera melancarkan serangan balik. Pasukan Islam tak mampu menangkis serangan. Mereka terjepit, dan satu per satu pahlawan Islam berguguran. Nabi saw sendiri terluka kena serangan musuh, bahkan berita tidak benar yang diterima musuh bahwa Nabi saw sudah meninggal. Perang berakhir dengan menyebabkan 70 orang pejuang Islam gugur sebagai syuhada diantaranya Hamzah paman Nabi dan Musha’b bin U’mair ra yang dimakamkan di bawah kaki bukit.

SAHABAT YANG IKUT SERTA DALAM BAI’AT RIDHWAN
Bai’at Ridhwan adalah bai’at yang dilakukan sahabat Nabi untuk ta’at kepada Nabi saw di satu tempat dan di bawah pohon tepatnya pada tahun 7 H. Baiat ini terjadi  ketika Rasulullah saw, mendapat berita bahwa Utsman bin Affan ras, dibunuh. Beliau bersabda, ”Kita tidak pulang hingga mengalahkan kaum Quraisy”. Beliau mengajak kaum muslimin berbaiat, kemudian terjadilah Baiat Ar-Ridhwan di bawah pohon. Jabir bin Abdullah  ra berkata, ”Rasulullah membaiat kita tidak untuk mati, namun untuk tidak melarikan diri”. Kemudian Rasulullah saw membaiat mereka semua.

Ketika Rasulallah saw sedang memikirkan hal ini, tiba-tiba Utsman ra muncul. Kemunculan Utsman ra merupakan tanda awal perdamaian yang sangat diharapapkan beliau.  Berakhir bai’at ini dengan perdamaian dari kaum Quraisy sendiri dan kaum Muslimin mereka dibenarkan masuk ke Mekah tanpa persengketaan ataupun pertumpahan darah. (Ibnu Ishaq)

Diriwayatkan bahwa Rasulallah saw mengundang orang orang Islam yang bilangannya pada saat itu kurang lebih 1400 orang untuk berbuat bai’ait kepada Rasulallah saw di daerah Hudaibiyah, dan bai’at ini terjadi  di bawah pohon sebagai mana tertera dalam Al-Quran surat al-Fath:18, ”Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon”.

http://hasanassaggaf.wordpress.com/2010/06/05/sahabat-ikut-dalam-perang-badar/?preview=true&preview_id=211&preview_nonce=d44c7b2bbe

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar