Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

27 Mei 2013

Fanatik buta, Ayah bersama dua anaknya mengamuk di Masjid Baitul Qudus, Aceh

Suka Makmue – Tiga jamaah shalat Jumat yang terdiri seorang ayah bersama dua anaknya mengamuk di Masjid Baitul Qudus, Desa Keudee Seumot, Ulee Jalan, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya Provinsi Aceh, pada saat pelaksanaan shalat Jumat (17/5/2013). Ayah dan anak ini sempat menggagalkan kumandang azan pertama dan kemudian merampas tongkat khatib saat berkhutbah.
 
Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, sang ayah berinisial H IB beserta dua anaknya, yaitu Ar dan Ir. Ketiganya merupakan jamaah shalat Jumat di Masjid Baitul Qudus, kemarin. 


Ketenangan di dalam masjid mendadak ricuh ketika muazin (bilal) bernama Tgk Ali Hasyimi mengumandangkan azan pertama. Tiba-tiba seorang jamaah berinisial H IB bangun dan merebut mikrofon yang digunakan Tgk Ali Hasyimi. Aksi menghentikan azan itu dibantu oleh dua Ar dan Ir yang tak lain adalah putra dari H IB. Pakaian yang dikenakan Tgk Ali Hasyimi putus kancingnya akibat serangan mendadak itu. Untungnya, sejumlah jamaah lain cepat melerai sehingga tak sempat terjadi baku hantam. 

Tgk Ali Hasyimi berusaha melanjutkan kumandang azan yang terputus. Namun, lagi-lagi satu keluarga ini mengamuk dan marah-marah serta menarik korban sambil mengeluarkan kata-kata yang tak enak didengar oleh jamaah lainnya. Akhirnya, kumandang azan terpaksa dihentikan. 

Rampas tongkat khatib
Setelah suasana terkendali, panitia mengumumkan tatalaksana ibadah shalat Jumat hari itu dengan mempersilakan khatib Tgk Saleh Ali G untuk menyampaikan khutbah. 

Ternyata, ketika khatib memulai khutbah, lagi-lagi H IB bersama kedua anaknya mengamuk. Mereka merampas tongkat yang ada di tangan khatib. H IB beralasan, penggunaan tongkat oleh khatib tak pernah dilakukan di masjid itu. Akhirnya pengikut wahabi yang fanatik dan stres tersebut berurusan dengan kepolisian setempat. 

Itulah kebodohan wahabi, adzan pertama jum'at dihentikan karena dianggap bid'ah, padahal sumber adzan pertama jum'at itu dari Sahabat Utsman bin Affan.

sabda Rasulullah SAW:
فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين تمسكوا بها وعضّوا عليها با النواجذ.
…..maka wajib atas kalian untuk selalu mengikuti sunnahku dan sunnah para khulafaurrasyidin, peganglah erat-erat dan gigitlah dengan gigi geraham kalian.(Abu Dawud : 4607) 

Dalam hadits diatas kita diperintahkan untuk mengikuti sunnah para Khulafaurrasyidin, dan Utsman adalah salah satu dari mereka, maka adzan yang Ia sunnahkan adalah adzan syar’i yang diikuti. Karena dengan mengikuti sunnahnya berarti mengikuti sunnah Rasulullah SAW karena kita diperintahkan untuk mengikutinya. 

Sedangkan memegang tongkat ketika khotbah jum'at itu juga sunnah, dalil selengkapnya bisa anda simak disini: http://www.sarkub.com/2013/khotbah-jumat-memegang-tongkat/ .  

Hikmah dianjurkannya memegang tongkat adalah untuk mengikat hati (agar lebih konsentrasi) dan agar tidak mempermainkan tangannya. Demikian dalam kitab Subulus Salam, juz II, hal 59).
 
Sumber berita: Serambi Indonesia,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar