Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

10 September 2012

Masjid Abuja, Simbol Toleransi Beragama







Berdirinya Masjid dan Gereja Nasional Abuja, yang berseberangan, diharapkan menjadi simbol keharmonisan kehidupan masyarakat Nigeria.


Nigeria adalah negara dengan berbagai macam kelompok etnik. Tercatat sebanyak lebih dari 250 kelompok etnik yang terdapat di negeri ini. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris.

Penduduk muslim di negeri ini mencapai sekitar 50% dari seluruh penduduk, menjadikan umat muslim sebagai mayoritas, diikuti umat Kristiani, sebanyak 40%. Sedangkan sisanya aliran kepercayaan.
Oleh karena itu tak mengherankan negeri ini memiliki banyak masjid. Yang paling besar adalah Masjid Nasional Abuja, yang kini lebih sebagai situs sejarah Islam.

08 September 2012

Hb. Lutfi: Benarkah tarekat itu bid'ah

Tanya Jawab dengan Habib Lutfi,- Al Kisah

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya pernah membaca buku yang menyatakan sesatnya tarekat dan mengharamkan membaca sholawat. Saya bingung, bagaimana mungkin sebuah komunitas zikir disebut sesat. Alasannya, tak ada tuntunan Rasulullah. Saya semakin bingung lagi. Pertanyaan saya, begitu sempitkah ajaran Islam itu sehingga semuanya harus mengikuti Rasulullah? Menurut saya, tarekat juga membaca wirid yang diajarkan Rasulullah. Dan menurut sebuah hadist, Allah swt dan malaikat pun bersholawat kepada Rasulullah saw. Hanya karena dikelompokkan dan kemudian berzikir secara bersamaan dalam sebuah kelompok disebut sesat dan bid'ah? Mohon penjelasan, apa batasan bid'ah itu? Apakah juga untuk semua hal, termasuk wirid secara bersama-sama? Terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jabir Ibnu Hayyan


03 September 2012

Jidat Hitam Benarkah Sunnah?

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ
Yang artinya, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud” (QS al Fath:29).

Banyak orang yang salah paham dengan maksud ayat ini. Ada yang mengira bahwa dahi yang hitam karena sujud itulah yang dimaksudkan dengan ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’. Padahal bukan demikian yang dimaksudkan. Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksudkan dengan ‘tanda mereka…” adalah perilaku yang baik. Diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang kuat dari Mujahid bahwa yang dimaksudkan adalah kekhusyuan. Juga diriwayatkan oleh Thabari dengan sanad yang hasan dari Qatadah, beliau berkata, “Ciri mereka adalah shalat” (Tafsir Mukhtashar Shahih hal 546).

29 August 2012

1. Sam’iyyat

الدرس التاسع : في السمعيات
السمعيات هي أمور ورد ذكرها في القرآن الكريم و نصت عليها السنة النبوية و ليس للعقل فيهما مجال ، فيجب على المكلف أن يؤمن بها شرعا لثبوت رسالته صلى الله عليه و آله وسلم و هي كثيرة منهما : الملائكة ، و الكتب و كون الأمور كلهما بقضاء و قدره و كونه الأنبياء مؤيدين بالمعجزات و كونه نبينا خاتم الأنبياء و كونه أفضلهم على الإطلاق ، و منها اليوم الآخر و سؤال القبر و نعيمه و عذابه و الثواب و العقاب و البعث و النشر و الحشر و شفاعة النبي  و الحساب و الوزن و الميزان و الحوض و الصراط و الجنة و النار و العرش و الكرسي و اللوح  و القلم و أخذ الصحف و الإسراء و المعراج و حياة الشهداء في قبورهم و غير ذلك .

PELAJARAN KESEMBILAN: AS-SAM’IYYAT
SYARAH

Assam’iyyat menurut bahasa berarti sesuatu yang ghaib yang hanya bisa diketahui secara benar dengan cara ikhbari (berita yang didengar), yakni apa yang didengar dan diberitakan oleh Allah dan Rasul-Nya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Atau dalam arti lain suatau perkara yang tertera dalam al-Qur’an dan disebut dalam hadits Nabi saw sedangkan perkara itu tidak bisa diterima oleh akal manusia biasa atau sesuatu yang ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh panca indra manusia biasa tapi harus dipercayai oleh setiap muslim akil dan baligh. Adanya perkara ini demi untuk meyakinkan kepastian adanya risalah yang dibawa Rasulallah saw.

Hal yang menyangkut sam’iyyat ini banyak sekali diantaranya adanya para Malaikat, kitab kitab yang diturunkan kepada para nabi, adanya qadha dan qadar, adanya mukjizat mukjizat yang diberikan kepada para nabi, menyakini bahwa nabi Muhammad saw itu adalah nabi terakhir dan nabi yang paling sempurna, adanya hari kiamat,  siksa kubur, pahala dan dosa, hari kebangkitan, hari dikumpulkan manusia di padang mahsyar, syafaat Nabi saw, hari perhitungan, hari pertimbangan, telaga, jembatan (shirat), surga dan neraka, Arsy, Kursi, Lauhul Mahfudh, penarikan Al-Qur’an, Isra’ Mi’raj, kehidupan para syuhada’ dalam kubur, dan lain lainnya.

Semua ini adalah sam’iyyat atau perkara yang berhubungan dengan alam ghaib yang tidak bisa ditangkap oleh panca indara manusia biasa, tidak bisa dilihat, tidak bisa diraba dan kita hanya mendengar dari kitab suci yang diturunkan kepada Nabi saw dan hadisth beliau atau semua yang telah diterangkan oleh para nabi sehubungan dengan perkara tadi. Perkara perkara ini merupakan ujian bagi manusia selama dia hidup di dunia. Manusia diuji apakah ketika di dunia dia beriman kepada hal hal yang ghaib, yang mana semuanya itu tidak tampak ataukah dia mengingkarinya?.

2. Malaikah

الملائكة :
الملائكة : هم أجسام نورانية لطيفة ، جعل الله لهم قوة على التشكل بأشكال مختلفة جميلة ، و على الأفعال الشاقة لا يوصفون بذكورة  ولا أنوثة ،  ولا يأكلون و لا يشربون  و لا ينامون يسبحون الليل و النهار لا يفترون بالغون في الكثرة الى حد لا يعلمه إلا الله سبحانه و تعالى ، فيجب الإيمان بهم إجمالا إلا فيمن ورد تعيينه باسمه المخصوص أو بنوعه ،
المعينون بأسمائهم : يجب الايمان بالملائكة المعينين بأسمائهم و هم جبريل أمين الوحى و ميكائيل الموكل بالأمطار و الأرزاق و اسرافيل الموكل بنفخ الصور ، و عزرائيل الموكل بقبض الأرواح و رضوان خازن الجنة و مالك خازن النيران و رقيب كاتب الحسنات و عتيد كاتب السيئات و منكر و نكير الموكلان بسؤال القبر
المعينون بأنواعهم : يجب الإيمان بالملائكة الذين ورد تعيينهم بأنواعهم و هم حملة العرش و هم الآن أربعة ، إذا كان يوم القيامة يزيدهم الله بأربعة أخرى و الملائكة الحافون حول العرش و خزنة النار و الحفظة .

MALAIKAT
Kata malaikat merupakan jamak dari kata malak yang bererti kekuatan. Jadi malaikat adalah kekuatan-kekuatan yang patuh pada ketentuan dan perintah Allah. Ada juga yang mengartikan risalah. Sehingga makna dari kata al-malak adalah ar-rasul (utusan). Jadi, Allah mempunyai dua jenis rasul, satu dari jenis manusia dan satu dari jenis makhluk ghaib yaitu para malaikat,

Malaikat dalam Islam, merupakan makhluk mulia, halus dan mengagumkan yang diciptakan Allah dari cahaya dan terpelihara dari maksiat. Mereka bukan laki laki atau perempuan, tidak kawin, tidak berketurunan, tidak beribu dan berbapak, tidak tidur dan tidak makan dan minum. Mereka bisa berubah bentuk menjadi mausia, sebagaimana terjadi pada malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu kepada Rasulallah saw. Tidak jarang ia menampakkan dirinya dalam bentuk aslinya dan juga dalam bentuk seorang laki laki muda yang tampan. Begitu pula malaikat telah menampakkan dirinya kepada siti Maryam dalam rupa laki-laki yang sempurna, sebagaimana malaikat juga menampakkan dirinya sebagai tamu mulia kepada nabi Ibrahim as.

Malaikat dikatakan mempunyai sayap dan mampu terbang dengan cepat seperti kecepatan cahaya. Ini meyakini bahwa Allah telah menciptakan makhluk yang terbuat dari cahaya yang patuh kepada Allah. Maka wajib bagi kita untuk mengimaninya dengan iman yang benar