الدرس العاشر : في القضاء و القدر
القضاء
هو تحديد الله أزلا كل مخلوق بحده الذي يوجد عليه من حسن و قبح و نفع و ضر
، ما يحويه من زمان و مكان و ما يترتب عليه من ثواب و عقاب .
القدر هو إيجاد الله الأشياء على وفق إرادته و علمه بها و تحديده لها في الأزل .
الايمان بالقضاء و القدر
معنى
الإيمان بهما هو الاعتقاد الجازم بأن كل شيئ خيرا كان و شرا بقضاء الله
وقدره و قد قدر الله أفعالنا في الأزل سواء كانت اختيارية و اضطرارية ، و
جعل لنا إرادة جزئية نقدر بها على اختيار الخير أو الشر ، فلسنا مجبورين
على فعل شيئ ، قال صلى الله عليه و آله وسلم ( لا يؤمن عبده حتى يؤمن
بأربعة : يشهد أن لا اله الا الله و أني رسول الله بعثني بالحق و يؤمن
بالبعث بعد الموت ، و يؤمن بالقدر خيره و شره حلوه و مره فيجب الرضاء
بالقضاء و القدر و يحرم الاحتياج بهما على المعاصي
|
PELAJARAN KESEPULUH: QADHA DAN QADAR
SYARAH
Percaya kepada qadha dan qadar adalah mempercayai bahwa segala yang berlaku berupa kebaikan atau keburukan adalah ketentuan Allah semata-mata.
Qadha adalah penentuan Allah yang tidak bisa berubah kepada makhlukNya berupa kebaikan atau keburukan sejak dari azali atau dari zaman yang tidak bermula berdasarkan dari kebijaksanaa-Nya yang tanpa batas dan ilmu Nya yang Maha Tinggi
Sebagai contoh, Allah menetapkan bahwa di dalam air itu terdapat zat Oksigen dan Hidrogen. Hakikat ini tidak dapat dirubah sampai kapanpun. Begitu pula Allah menetapkan mata sebagai alat untuk melihat dan telinga untuk mendengar dan fungsi ini tidak bisa berobah sampai kapanpun. Allah menetapkan setiap yang hidup pasti akan mati dan tidak ada seorangpun yang bisa merobah kenyataan ini. Semua ini tidak dapat dirobah oleh siapapun sebab semuanya ini adalah ketetapan Allah sejak dari azali atau dari zaman yang tidak bermula berdasarkan kebijaksanaan-Nya yang tanpa batas.
Qadar adalah perkara yang diciptakan Allah sesuai dengan kehendak dan pengetahuan-Nya, kemudian ditetapkan dalam azali atau zaman yang tidak bermula.
Allah telah mentakdirkan semua perbuatan manusia baik berupa pilihannya sendiri atau sesuatu yang telah ditetapkan Allah. Dan Allah tidak memaksa manusia tapi Allah memberikan kebebasan kepadanya untuk memilih jalan hidupnya sendiri. walaupun demikian, segala keputusan manusia tidak boleh keluar dari ruang yang telah Allah tetapkan dan Allah telah mengetahui segala keputusan yang akan diambil oleh manusia. Maka dari itu semua kelakuan dan tindak tanduk manusia sehari hari bisa berobah dan manusialah yang merobahnya.
Kesimpulannya, bahwa Allah tidak pernah memaksa manusia tapi Allah memberikan kebebasan kepadanya untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Tapi walaupun demikian, segala keputusan manusia tidak boleh keluar dari ruang yang telah Allah tetapkan dan Allah telah mengetahui segala keputusan yang akan diambil oleh manusia. Allah berfirman: ” Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.” (Qaaf, 29)


