Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

29 August 2012

4. Qada’ Dan Qadar

الدرس العاشر : في القضاء و القدر
القضاء هو تحديد الله أزلا كل مخلوق بحده الذي يوجد عليه من حسن و قبح و نفع و ضر ، ما يحويه من زمان و مكان و ما يترتب عليه من ثواب و عقاب .
القدر هو إيجاد الله الأشياء على وفق إرادته و علمه بها و تحديده لها في الأزل .
الايمان بالقضاء و القدر
معنى الإيمان بهما هو الاعتقاد الجازم بأن كل شيئ خيرا كان و شرا بقضاء الله وقدره و قد قدر الله أفعالنا في الأزل سواء كانت اختيارية و اضطرارية ، و جعل لنا إرادة جزئية نقدر بها على اختيار الخير أو الشر ، فلسنا مجبورين على فعل شيئ ، قال صلى الله عليه و آله وسلم ( لا يؤمن عبده حتى يؤمن بأربعة : يشهد أن لا اله الا الله و أني رسول الله بعثني بالحق و يؤمن بالبعث بعد الموت ، و يؤمن بالقدر خيره و شره حلوه و مره فيجب الرضاء بالقضاء و القدر و يحرم الاحتياج بهما على المعاصي

PELAJARAN KESEPULUH: QADHA DAN QADAR
SYARAH

Percaya kepada qadha dan qadar adalah mempercayai bahwa segala yang berlaku berupa kebaikan atau keburukan adalah ketentuan Allah semata-mata.
Qadha adalah penentuan Allah yang tidak bisa berubah kepada makhlukNya berupa kebaikan atau keburukan sejak dari azali atau dari zaman yang tidak bermula berdasarkan dari kebijaksanaa-Nya yang tanpa batas dan ilmu Nya yang Maha Tinggi
Sebagai contoh, Allah menetapkan bahwa di dalam air itu terdapat zat Oksigen dan Hidrogen. Hakikat ini tidak dapat dirubah sampai kapanpun. Begitu pula Allah menetapkan mata sebagai alat untuk melihat dan telinga untuk mendengar dan fungsi ini tidak bisa berobah sampai kapanpun. Allah menetapkan setiap yang hidup pasti akan mati dan tidak ada seorangpun yang bisa merobah kenyataan ini. Semua ini tidak dapat dirobah oleh siapapun sebab semuanya ini adalah ketetapan Allah sejak dari azali atau dari zaman yang tidak bermula berdasarkan kebijaksanaan-Nya yang tanpa batas.

Qadar adalah perkara yang diciptakan Allah sesuai dengan kehendak dan pengetahuan-Nya, kemudian ditetapkan dalam azali atau zaman yang tidak bermula.

Allah telah mentakdirkan semua perbuatan manusia baik berupa pilihannya sendiri atau sesuatu yang telah ditetapkan Allah. Dan Allah tidak memaksa manusia tapi Allah memberikan kebebasan kepadanya untuk memilih jalan hidupnya sendiri. walaupun demikian, segala keputusan manusia tidak boleh keluar dari ruang yang telah Allah tetapkan dan Allah telah mengetahui segala keputusan yang akan diambil oleh manusia. Maka dari itu semua kelakuan dan tindak tanduk manusia sehari hari bisa berobah dan manusialah yang merobahnya.

Kesimpulannya, bahwa Allah tidak pernah memaksa manusia tapi Allah memberikan kebebasan kepadanya untuk memilih jalan hidupnya sendiri. Tapi walaupun demikian, segala keputusan manusia tidak boleh keluar dari ruang yang telah Allah tetapkan dan Allah telah mengetahui segala keputusan yang akan diambil oleh manusia. Allah berfirman: ” Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.” (Qaaf, 29)

26 August 2012

Ibnu Taymiyyah Syaikhul Islam?

 Masih banyak dikalangan orang awam menyebut Ibnu Taymiyyah dengan sebutan Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah, namun apa yang terjadi dikalangan Para ‘Ulama/ silahkan simak berikut:

الحافظ السخاوي في كتابه الضوء اللامع في أعيان القرن السابع يقول بأن الفقيه الحنفي علاء الدين البخاري قال : من سمّى ابن تيمية شيخ الاسلام فهو كافر ( أي الذي يعرف من هو ابن تيمية ويعرف ضلالاته ثم قال عنه شيخ الاسلام هذا يكفر .)
“Siapa yang menyebutkan ibnu taimiyah dengan Syaikhul islam maka ia telah KAFIR!, tegasnya sebagaimana yang telah diketahui, dimana Ibnu Taymiyyah berpijak setelah diketahui pula kesesatannya?”

Didalam kitabya yang berjudul ( الدرر الكاملة ) betapa seriusnya Imam Ibnu Hajar mengomentari Ibnu Taymiyah, sebagai contoh, bagai mana Ibnu Taymiyyah ini meremehkan atau menghina sahabat yang mulia dan yang telah di beri kabar gembira dengan surga..

ذكر الحافظ ابن حجر العسقلاني – أن العلماء نسبوا ابن تيمية إلى النفاق لقوله في علي كرم الله وجه ما يأتي :
* إن عليا أخطأ في سبعة عشر شيئا خالف فيها النص .( الدرر الكاملة 1/155
“Telah menceritakan Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqolani ” Sesunguhnya Para Ulama Telah menisbatkan (MENYEBUT) Ibnu Taymiyyah kepada (GOLONGAN) orang2 munafiq karena ucapa beliau (Ibnu Taymiyyah) atas Ali “Sesungguhnya Ali telah Salah di 17 perkara Yang bertentangan dengan nas (Al-Qur’an(“

قال الحافظ في الدرر الكامنة(1/154) إن ابن تيمية خطأ عمر في شيء . وقال أيضا : إن عثمان كان يحب المال (1/155

“Ibnu Taymiyyah menyalahkan Umar dalah suatu perkara…dan berkata Ibnu Taymiyyah “Sesungguhnya Usman mencintai Harta
وعلي أسلم صبيا والصبي لايصح إسلامه على قول
“Dan Ali Islam ketika dia kecil..Dan Anak Kecil itu tidak syah Islamnya.
وقال إبن تيمية بأن علي بن أبي طالب قاتل من أجل الرياسة لا من أجل الديانة
“Dan telah berkata Ibnu Taymiyyah Bahwa Ali berperang untuk kekuasaan/jabatan bukan untuk Agama.

24 August 2012

Imam Husein bin Sayyidina Ali Ra

Ahlul Bait
 Imam Husein dilahirkan di Madinah, selasa 5 sya’ban 4 H / 584 M; ibunya Sayyidah Fatimah adalah putri kesayangan Rasulullah SAW; Sedangkan ayahandanya, Ali bin Abi Thalib adalah seorang tokoh terkemuka di awal dakwah islam. Beliau dibesarkan oleh. Pasangan sejoli yang menerima asuhan langsung dari Rasulullah SAW. Nama Husein merupakan tasghir (“pengecilan”) dari nama kakaknya Hasan, yang dua-duanya berarti “bahagia”. Beliau adalah cucu tersayang Rasullah.

Pernah suatu hari, Rasulullah SAW menunaikan shalat dan sangat lama melakukan sujud. Bukan hanya karena ingin lebih dekat kepada Allah SWT, melainkan juga karena menjaga agar Husein dan kakaknya Hasan tidak terjatuh dari punggung beliau. Ketika itu kedua cucunda tengah bermain-main di punggung kakekanda yang mulia. Sungguh kasih sayang yang luar biasa. Nabi sangat mencintai kedua cucunda, sehingga kehidupan mereka seperti kehidupan malaikat; berada dalam naungan Allah SWT. Di masa kanak-kanak, mereka mendapat ucapan-ucapan wahyu di lingkungan kenabian. Rasulullah SAW memberi mereka pelajaran dan cara hidup islami.

Sementara dari lingkungan kedua orang tua, mengambil suri teladan yang mulia. Dalam lingkungan yang mulia seperti itulah Hasan dan Husein hidup berdampingan.
Abu Hurairah bercerita : “Rasulullah Saw datang kepada kami bersama ke dua cucu beliau, Hasan dan Husein. Yang pertama di bahu beliau yang satu, yang ke dua di bahu beliau yang lain. Sesekali Rasulullah menciumi mereka, sampai berhenti di tempat kami berada. Kemudian beliau bersabda :

”Barang siapa mencintai keduanya ( Hasan dan Husein ) berarti juga mencintai daku; barang siapa membenci keduanya berarti juga membenci daku”.

Pada hadits yang lain :

حسين منّى وانا من حسين, احبّ اللّه من احبّ حسينا, حسين سبط من الأسباط.
( رواه التّرمذى )
“Husein adalah bagian dari diriku dan aku adalah bagian dari diri Husein. Semoga Allah swt mencintai orang yang mencintai Husein. Husein adalah salah satu cucu diantara para cucuku”.
( HR. Turmudzi )

الحسن والحسين ريحنتاي من الدّنيا. ( رواه احمد,..)
“Hasan dan Husein adalah dua wewangian saya dari dunia.”
( HR. Ahmad, Ibnu Adi, Ibnu Asakir dan Turmudzi )

23 August 2012

DEKLARASI SEMINAR INTERNASIONAL "PERAN HABAIB/ALAWIYYIN DALAM DAKWAH DAMAI DI NUSANTARA"



Peran Alawiyyin di Nusantara
 Dirumuskan sebagai hasil seminar 2 hari yang diselenggarakan di Sovereign Plaza, Jakarta, pada hari Sabtu/Minggu, 14/15 Juli 2012 (bertepatan dengan 24/25 Sya’ban1433H)

Pertama, Alawiyyin dari Hadhramawt telah mengajarkan Islam yang berpijak pada tradisi tasawuf, jalan tengah atau moderasi (tawasuth), serta inklusif dalam teori dan praktik keagamaan.

Kedua,  Thariqah ‘Alawiyah, yang mengajarkan prinsip-prinsip akhlak yang tinggi, menghargai sesama Muslim, ber-husnuzhan kepada sesama umat, dan menghargai sesama manusia terbukti telah berhasil mengembangkan pemahaman Islam yang penuh kedamaian dan toleransi.

Ketiga, metodologi dakwah kaum Alawiyyin Hadharim berpijak pada adaptasi dan apropiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, dakwah Islam yang dipraktikkan Kaum Alawiyyin bukan saja tidak menimbulkan gesekan dan pertikaian dengan lingkungan lokal, melainkan justru menjadikan ajaran Islam lebih mudah diterima oleh berbagai kelompok yang menjadi obyek-dakwahnya.

16 August 2012

Masalah Seputar Niat Dalam Shalat

Membaca Usholli bid'ah?
 Sholat kok pake Usholli, niru siapaaaa itu!!! Bid’ah kok pake hoby! sindir Kang Bangkak setelah makmum di belakang Mbah Lalar.

Bukan Bid’ah lagi Kang, kalo sholat pake Usholli itu malah Batal, goda Mbah Lalar.
Naaaaah udah tau di langgar………

Ketika saya ngucap Usholli itu belum sholat lho Kang, jwb Mbah Lalar…..
Maksudnya??? sambil Kethop2……….

Yaaa saya barusan mau sholat, jadi belum sholat kan?
Kang Bangkak makin mlongooo, gak nyambung2 juga.
Gini lhooo Kang, yg namanya Sholat itu kan di mulai dg Takbirotul Ihrom dan di akhiri dg salam, iya kan? tanya Mbah Lalar memberi penjelasan.