Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

17 August 2013

Terjemah Kitab Ihya’ul Mayyit fii Fadhilati Ahlul Bayt 60 Hadits Keutamaan Ahlul Bayt Karya Al Imam Jalaluddin As Suyuthi

Muqadimah Terjemah
Segala puji bagi Allah swt, Rabb yang memberi petunjuk dan yang menampakkan kebenaran kepada hambanya. Shalawat keberkahan dan salam atas nabi mushthofa khotamin nabiyyin Muhammad bin  'Abdullah, serta kepada seluruh keluarga, dzurriyyat dan para shahabatnya.

Allah berfirman : "Sesungguhnya telah datang seorang Rasul dari kaum (golongan)mu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang Mu'min (QS.9:128)". Dan firman Allah : "Boleh jadi kamu (Muhammad saw) akan menyengsarakan dirimu sendiri karena mereka tidak beriman (QS.26:3) Dan masih banyak firman Allah swt tentang Muhammad saw serta keutamaan-keutamaannya. Amma ba'du

Apa dan Siapa Ahlul Bayt ?

 
Kata ahlul bayt menurut arti bahasa adalah Al Qorib wal 'Asyirah yaitu family dan keluarga terdekat bisa juga termasuk istri. Pengertian Ahlul Bayt nabi secara 'urfan ( umum ) adalah seluruh keluarga dekat termasuk paman, bibi, anak, anak paman dan bibi serta anak cucu beliau, pengertian itu telah dipergunakanoleh orang-orang sejak masa-masa awal islam hingga sekarang. pengertian kata ahlul bayt bisa memiliki pengertian yang berbeda-beda tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Sedangkan pengertian ahlul bayt secara sya'riat adalah 'Ali kwh, Fatimah ra, Syarif Hasan dan Sayyid Husein ra. Pembatasan pengertian hanya kepada mereka tersebut berdasarkan dalil-dalil kontekstual yang cukup tegas dan jelas diantaranya ayat At Tathir, Allah berfirman : "Sesungguhnya Allah swt berkehendak untuk menghilangkan kotoran dari kalian wahai ahlul bayt dan mensucikan kalian sesuci-sucinya (QS.33:33) ".

15 June 2013

Khilafah Yang Tak Butuh Singgasana “Khalifah“

Terkait Khilafah, Habib Umar bin Hafidz menjelaskan secara panjang yang Insya Allah mampu mengobati dahaga kaum Muslimin yang ingin mengetahui tentang Khilafah, apa yang terpenting bagi umat Islam dan bagaimana sikap umat Islam?. Berikut penjelasannya:
Tentang khilafah, kerancuan pada dua hal yang amat penting. Pertama, penyempitan makna khilafah, yang hanya pada pelaksanaan hukum Islam melalui kekuasaan. Yang kedua, pandangan atas wajibnya menegakkan khilafah ketika sudah ada pemerintahan di tengah-tengah umat.
Mengenai yang pertama, perlu ditegaskan bahwa kata “khilafah” bila dikaitkan dengan agama dan syariat, maknanya tak hanya terbatas pada konteks kekuasaan dengan segala penerapan hukum-hukum publik, sebagaimana makna khilafah secara etimologis yang memang jauh lebih luas.
Al Qur’an menggunakan kata ini, bahkan untuk orang yang berbuat buruk, orang yang menyimpang dari jalan yang benar, juga generasi yangdatang setelah para nabi dan rasul, seperti pada ayat,
فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS.19 : 59).

10 June 2013

Kembali kepada Jiwa Manusia


habib ali aljufri

(Habib Ali Al-Jufri)
Madrasah Hadhramaut,
Pelajaran Pertama: Kembali kepada Jiwa Manusia

Setelah memahami hakikat dunia, kebutuhan pokok manusia dalam hidupnya, berikut perkembangannya, dan hal-hal yang dicela dari dunia, se­lanjutnya mari kita merenungkan masa­lah terbesar pada era sekarang ini yang dihadapi manusia.
Dari manakah permasalahan itu muncul? Peperangan demi peperangan, yang telah menumpahkan darah manu­sia, apakah penyebab dan sumbernya?
Bila kita teliti dan menengok sedikit ke belakang, pertikaian sengit yang ter­jadi di antara manusia, antara negara dan negara, antara suku dalam satu bang­­sa, antara sekelompok masyarakat dalam satu lingkungan yang sama, an­tara kerabat dan sanak keluarga, antara sesama pekerja dalam satu profesi, ke­mudian perselisihan dan pertikaian yang terjadi dalam satu keluarga, perma­salah­an suami-istri, perceraian, hak asuh anak, dan sebagainya, semua perma­salahan besar tersebut itu tidak lain kembali kepada jiwa manusia.
Bahagia atau duka, untung atau rugi, ridha atau murka, senang atau sedih, ten­teram atau resah dan nestapa, semuanya kembali kepada jiwa manu­sia.

30 May 2013

Wajah Nabi Muhammad Saw dan wajah Nabi Yusuf As

Jadikan Rasulullah SAW sebagai idolamu dan anak-anakmu...
Allahuma Shali ala Sayyidina Muhammad wa ala aali Sayyidina Muhammad...

Nabi Muhammad Saw dan Nabi Yusuf As keduanya mendapatkan keistimewaan ketampanan yang masyhur.
Sayyid Muhammad bin 'Alawy Bin Abbas Al Maliki tentang perbedaan wajah nabiyullah Yusuf As dengan wajah nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Sebagaimana dahulu di masa nabi Yusuf para wanita memotong jari-jarinya karena indahnya wajah nabi Yusuf As,
"Ketika perempuan-perempuan itu melihatnya , mereka terpesona kepada (keelokan rupanya) dan mereka (tanpa sadar) melukai tangannya sendiri, seraya berkata: "Maha sempurna Allah, ini bukanlah manusia, sungguh ini adalah malaikat yang sempurna" (QS. Yusuf : 31 )

28 May 2013

Perbedaan pendapat ulama salafi-wahabi sendiri dengan saling memvonis bid'ah dan neraka...


Perbedaan pendapat ulama salafi-wahabi sendiri dengan saling memvonis bid'ah dan neraka...
Kalau begini, "Jadi tali agama Allah mana yang mau dipegang?"
Allah berfirman: 

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS: Ali Imran 103)