JALAN CINTA KEPADA AHLUL BAYT
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن نصرهووالاه
Ketika turun Surah Asy Syuraa ayat 23: “Katakanlah wahai Muhammad,
Aku tidak meminta balasan apapun dari kalian kecuali mencintai kerabat.”
Kemudian Ibnu Abbas ra bertanya pada Rasulullah: Wahai Rasulullah,
siapakah yang dimaksud dengan kerabat yang wajib kami cintai? Rasulullah
SAW menjawab: Ali, Fatimah, dan anak keturunannya.
Untuk lebih jelasnya lagi, saya persilakan anda untuk membaca sendiri
kitabnya al- Imam as- Suyuthi yang berjudul Ihya’ al-Mayt fi Fadlo’il
Ahli al-Bait, yg memuat 60 Hadits tentang keutamaan Ahlu Bait.
1.) Dalam hadits sahih bukhori, Nabi Muhammad Shollahu laihi Wassalam
bersabda ” ibny hadza sayyidun, wala’allahu an yushliha bihi bayna
fi’atayni adzimatayni minal muslimin , anakku ini (cucu beliau Al Hasan)
adalah sayid (pemimpin,tuan), dan berkat dia, semoga Allah mendamaikan
dua kelompok agung Muslim “(H.R Bukhari). Rasulullah menyebut cucunya
dengan sebutan ibny yang artinya Anakku.
2.) Alhasan wa Al Husain Sayyidaa syababi ahlil jannah, Hasan dan
Husain adalah sayyid (pemimpin,tuan) para pemuda penghuni surga (H.R
tirmidzi, ibnu majah dan Ahmad).
3.) “Perumpamaan ahli bait-ku, seperti perahu Nabi Nuh. Barang siapa
yang berada di atasnya ia akan selamat, dan yang meninggalkannya akan
tenggelam.” (H.R. Thabrani)
4.) “Aku meninggalkan kalian yang apabila kalian pegang teguh tidak akan tersesat. Kitab Allah, dan keturunanku.”(H.R. Tirmidzi)
5.) “Umatku yang pertama kali aku beri pertolongan (Syafa’at) kelak
di hari Kiamat, adalah yang mencintai Ahli bait-ku.”(H.R. al-Dailami)
6.) “Didiklah anak-anak kalian atas tiga hal. Mencintai Nabi kalian.
Mencintai Ahli bait- ku. Membaca al-Qur’an.(Diriwayatkan oleh Ibnu
Mundzir, Ibnu Abi Hatim, Ibnu Mardaweih, dan at-Thabrani dalam kitab
tafsir-nya)
7.)Dari Yazid bin Hayan, katanya: “Saya berangkat bersama Hushain bin
Sabrah dan Umar bin Muslim ke tempat Zaid bin Arqam r.a. Ketika kita
sudah duduk-duduk di dekatnya, lalu Husain berkata padanya:
“Hai Zaid, engkau telah memperolehi kebaikan yang banyak sekali.
Engkau dapat kesempatan melihat Rasulullah Shollahu Alaihi Wassalam.
mendengarkan Hadisnya, berperang besertanya dan juga bersembahyang di
belakangnya. Sungguh- sungguh engkau telah memperolehi kebaikan yang
banyak sekali. Cubalah beritahukan kepada kita apa yang pernah engkau
dengar dari Rasulullah Shollahu Alaihi Wassalam. Zaid lalu berkata:
“Hai anak saudaraku, demi Allah, sungguh usiaku ini telah tua dan
janji kematianku hampir tiba, juga saya sudah lupa akan sebahagian apa
yang telah pernah saya ingat dari Rasulullah Shollahu Alaihi Wassalam.
Maka dari itu, apa yang saya beritahukan kepadamu semua, maka terimalah
itu, sedang apa yang tidak saya beritahukan, hendaklah engkausemua
jangan memaksa-maksakan padaku untuk saya terangkan.”
Selanjutnya ia berkata: “Rasulullah Shollahu Alaihi Wassalam. pernah
berdiri berkhutbah di suatu tempat berair yang disebut Khum, terletak
antara Makkah dan Madinah. Baginda, Sayyidinna Muhammad Shollahu Alaihi
Wassalam, lalu bertahmid kepada Allah serta memujiNya, lalu menasihati
dan memberikan peringatan, kemudian bersabda:
“Amma Ba’du, ingatlah wahai sekalian manusia, hanyasanya saya ini
adalah seorang manusia, hampir sekali saya didatangi oleh utusan Tuhanku
– yakni malaikatul-maut, kemudian saya harus mengabulkan kehendakNya –
yakni diwafatkan. Saya meninggalkan untukmu semua dua benda berat –
agung – iaitu pertama Kitabullah yang di dalamnya ada petunjuk dan
cahaya. Maka ambillah amalkanlah – dengan berpedoman kepada Kitabullah
itu dan peganglah ia erat-erat.” Jadi Rasulullah s.a.w. memerintahkan
untuk berpegang teguh serta mencintai benar-benar kepada kitabullah itu.
Selanjutnya Baginda, Sayyidinna Muhammad Shollahu Alaihi Wassalam
bersabda: “Dan juga ahli baitku. Saya memperingatkan kepadamu semua
untuk bertaqwa kepada Allah dalam memuliakan ahli baitku, sekali lagi
saya memperingatkan kepadamu semua untuk bertaqwa kepada Allah dalam
memuliakan ahli baitku.”
Hushain lalu berkata kepada Zaid: “Siapakah ahli baitnya itu, hai
Zaid. Bukankah isteri- isterinya itu termasuk dari golongan ahli
baitnya?” Zaid menjawab: “Ahli baitnya Baginda Sayyidinna Muhammad
Shollahu Alaihi Wassalam ialah Ahli keluarga keturunan – Ali, Alu Aqil,
Alu Ja’far dan Alu Abbas.” Hushain mengatakan: “Semua orang dari
golongan mereka ini diharamkan menerima sedekah.” Zaid berkata: “Ya,
benar.” (Riwayat Muslim)
Demikian sebagian dalil-dalil dari Hadits Sayyidinna Muhammad
Shollahu Alaihi Wassalam yang secara jelas menyatakan keutamaan Ahlu
Bait.
Bagaimana tidak, di dalam jasad mereka mengalir darah yang bersambung
kepada makhluk yang paling utama, kekasih Allah, Sayyidinna Muhammad
Shollahu Alaihi Wassalam yang sentiasa dikasihi oleh umatnya yang
mengerti betapa cintanya Baginda Nabi kepada kita.
Wallahu’alam
وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وبارك وسلم أجمعين، والحمد لله رب العالمين
Al-Haqir ila ALLAH AL-GHANIY:
Almukminun
http://almukminun.blogspot.com/2009/04/jalan-cinta-kepada-ahlul-bayt.html