Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

04 December 2013

Rasulullah dan Jeruk Limau

Suatu hari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam didatangi oleh seorang wanita kafir.

Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.

Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam itu. Lalu mereka bertanya.

Aswaja

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Ahlus Sunnah Wal Jama'ah
بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على سيدنا محمد رسول الله وعلى اله وجميع انبياءالله

definisi ahlus sunnah wal jama'ah
Setelah menelaah dari berbagai referensi dan rujukan yang secara spesifik menjelaskan pengertian Ahlussunnah wa Al Jamaah, bisa difahami bahwa definisi Ahlussunnah wa Al jamaah ada dua bagian yaitu: definisi secara umum dan definisi secara khusus .

* Definisi Aswaja Secara umum adalah : satu kelompok atau golongan yang senantiasa komitmen mengikuti sunnah Nabi SAW. Dan Thoriqoh para shabatnya dalam hal aqidah, amaliyah fisik ( fiqih) dan hakikat ( Tasawwuf dan Ahlaq ) .

* Sedangkan definisi Aswaja secara khusus adalah : Golongan yang mempunyai I’tikad / keyakinan yang searah dengan keyakinan jamaah Asya’iroh dan Maturidiyah.

Pada hakikatnya definisi Aswaja yang secara khusus bukan lain adalah merupakan juz dari definisi yang secara umum, karena pengertian Asya’iroh dan Ahlussunnah adalah golongan yang komitmen berpegang teguh pada ajaran Rasul dan para sahabat dalam hal aqidah. namun penamaan golongan Asya’iroh dengan nama Ahli sunnah Wa Al Jamaah hanyalah skedar memberikan nama juz dengan menggunakan namanya kulli.

Syaih Al Baghdadi dalam kitabnya Al Farqu bainal Firoq mengatakan : pada zaman sekarang kita tidak menemukan satu golongan yang komitmen terhadap ajaran Nabi dan sahabat kecuali golongan Ahlussunnah wal jamaah. Bukan dari golongan Rafidah, khowarij, jahmiyah, najariyah, musbihah,ghulat,khululiyah, Wahabiyah dan yang lainnya. Beliau juga meyebutkan; bahwa elemen Alussunnah waljamaah terdiri dari para Imam ahli fiqih, Ulama’ Hadits, Tafsir, para zuhud sufiyah, ulama’ lughat dan ulama’-ulama’ lain yang berpegang teguh paa aqidah Ahli sunnah wal jamaah.

secara ringkas bisa disimpulkan bahwa Ahlu sunnah wal jamaah adalah semua orang yang berjalan dan selalu menetapkan ajaran Rasulullah SAW dan para sahabat sebagai pijakan hukum baik dalam masalah aqidah, syari’ah dan tasawwuf.

15 November 2013

Merajut Cinta Bersama Syahid Karbala “Imam Husain Ra" oleh Buya Yahya

Merajut Cinta Bersama Syahid Karbala “Imam Husain Ra”

Seberapa besar kecintaan kita terhadap Rasulullah SAW,
Ahlul bait dan para sahabatnya ?...

Keberanian Imam Husain RA (cucu Rasulullah SAW) sebagai Syahid Karbala . . .
Dengan ini Buya Yahya mengajak melestarikan kecintaan kepada ahlu bait Rasulullah SAW . . 
By : Creative IT Al-Bahjah
Indahnya berbagi...
jangan lupa dishare ya..
sebab Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
"Barangsiapa yang menunjukkan suatu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang melakukannya." HR. Imam Muslim

23 October 2013

MENCINTAI AHLUL BAIT
___________________
Oleh : Mbah Rien.

Ahlul Bait Rasulullah saw, adalah semua orang
yang ada hubungan keluarga
dengan Rasulullah saw, Ali ra, Fatimah ra, Hasan ra, Husein ra.

Dari Siti Fathimah ra, Rasulullah saw, bersabda :
“Semua anak yang dilahirkan oleh ibunya bernasab kepada ayah mereka
kecuali Fathimah, akulah wali mereka, akulah nasab mereka
dan akulah ayah mereka”
(HR. Thabrani)

Dari Ummu Salamah ra, ketika turun ayat Al-Qur'an :
“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu,
hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
(QS. Al-Ahzab : 33)
Maka Rasulullah saw, memanggil Ali, Fatimah, Hasan, Husein.
Kemudian beliau bersabda : “Mereka adalah ahlu baitku”
(HR. Hakim)

Dalam hadits lain Rasulullah saw, bersabda :
“Sesungguhnya telah aku tinggalkan untukmu ats-Tsaqalain
yang jika kalian ambil, kalian tidak akan tersesat sepeninggalku selamanya,
satu diantara keduanya lebih besar dari yang lainnya
yaitu :
Pertama, Kitab Allah sebagai tali yang terbentang diantara langit dan bumi.
Kedua, Keturunanku (Ahlul Baitku).
Keduanya tidak akan terpisah hingga kembali kepadaku di (telaga) al-Haudh.
Maka hati-hatilah dengan perlakuan kalian atas keduanya
sepeninggalanku nanti.”
(HR. Muslim)

KEUTAMAAN MENCINTAI AHLUL BAIT :
-----------------
1. Di berikan keselamatan.
Rasulullah saw bersabda :
“Perumpamaan ahli bait-ku, seperti perahu Nabi Nuh.
Barang siapa yang berada di atasnya ia akan selamat,
dan yang meninggalkannya akan tenggelam.”
(HR. Thabrani).

2.Memperoleh Syafaat pertama kali di akherat.
Rasulullah saw bersabda :
"Empat golongan, akulah pemberi syafa'at bagi mereka di hari kiamat,
yaitu ;
*orang yang menghormati keturunanku,
*orang yang membantu menutupi kebutuhan mereka,
* orang yang membantu mereka dalam urusan-urusan mereka
ketika mereka sangat membutuhkan dan
*orang yang mencintai mereka dengan hatinya dan dengan kata-katanya ".
(HR. Dailami)

3. Mendapat Syafaat dan di masukkan surga.
Rasulullah saw bersabda :
"Mantapkanlah kecintaan dirimu pada kami, ahlul bait
sebab barangsiapa menghadap Allah swt sedang ia mencintai kami,
niscaya ia masuk surga dengan syafa'at kami.
Demi Allah yang jiwaku berada ditangan-Nya,
tidak akan berguna amal seseorang bagi dirinya
kecuali bila ia mengetahui hak kami".
(HR. Thabrani).

4. Mendapat kemudahan di hari kiamat.
Rasulullah saw bersabda :
"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat
sebelum ia ditanya empat hal ;
*.tentang usianya untuk apa ia menghabiskannya,
*.tentang tubuhnya bagaimana ia telah menggunakan,
*.tentang hartanya untuk apa dibelanjakan
& dari mana ia mendapatkannya, serta
*.tentang kecintaannya kepada kami Ahlul Bait ".
(HR. Thabrani)

5. Akan di pelihara agamanya.
Rasulullah saw bersabda :
"Tiga hal, barangsiapa memeliharanya
maka Allah akan memelihara agamanya
dan siapa yang menyia-nyiakannya
maka Allah tidak akan memelihara apapun baginya,
yaitu;
*kehormatan islam,
*kehormatanku dan
*kehormatan keluargaku".
(HR. Hakim dan Dailami)
------------

Salam Ta'dzim...

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=569530013124232&set=a.341818409228728.77535.100002017165373&type=1

06 October 2013

Tholama Asyku

طالما اشكو غرامى يا نور الوجود

وانادى يا تهامى يا معدن الجود

Lama sudah aku menanggung rindu, Wahai cahaya alam yang indah!
Serta aku menyeru, Wahai Nabi!
Wahai punca ilmu yang pemurah!

منيتى اقصى مرامى احظى بالشهود

وارى باب السلام يا زاكى الجدود

Impianku setinggi-tinggi cita-cita;
Moga diberikan tuah dapat melihatmu;
Juga melihat Bab al Salam (di Masjid Nabawi);
Wahai sesuci-suci insan!

يا طراز الكون انى عاشق مستهام

مغرم والمدح فنى يا بدر التمام

Wahai hiasan dunia ini!
Aku amat cinta dan rindu padamu;
Hanya pujian menjadi persembahanku;
Wahai bulan mengambang penuh!