Marquee text

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS: At-Taubah 128)

23 October 2013

MENCINTAI AHLUL BAIT
___________________
Oleh : Mbah Rien.

Ahlul Bait Rasulullah saw, adalah semua orang
yang ada hubungan keluarga
dengan Rasulullah saw, Ali ra, Fatimah ra, Hasan ra, Husein ra.

Dari Siti Fathimah ra, Rasulullah saw, bersabda :
“Semua anak yang dilahirkan oleh ibunya bernasab kepada ayah mereka
kecuali Fathimah, akulah wali mereka, akulah nasab mereka
dan akulah ayah mereka”
(HR. Thabrani)

Dari Ummu Salamah ra, ketika turun ayat Al-Qur'an :
“Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu,
hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
(QS. Al-Ahzab : 33)
Maka Rasulullah saw, memanggil Ali, Fatimah, Hasan, Husein.
Kemudian beliau bersabda : “Mereka adalah ahlu baitku”
(HR. Hakim)

Dalam hadits lain Rasulullah saw, bersabda :
“Sesungguhnya telah aku tinggalkan untukmu ats-Tsaqalain
yang jika kalian ambil, kalian tidak akan tersesat sepeninggalku selamanya,
satu diantara keduanya lebih besar dari yang lainnya
yaitu :
Pertama, Kitab Allah sebagai tali yang terbentang diantara langit dan bumi.
Kedua, Keturunanku (Ahlul Baitku).
Keduanya tidak akan terpisah hingga kembali kepadaku di (telaga) al-Haudh.
Maka hati-hatilah dengan perlakuan kalian atas keduanya
sepeninggalanku nanti.”
(HR. Muslim)

KEUTAMAAN MENCINTAI AHLUL BAIT :
-----------------
1. Di berikan keselamatan.
Rasulullah saw bersabda :
“Perumpamaan ahli bait-ku, seperti perahu Nabi Nuh.
Barang siapa yang berada di atasnya ia akan selamat,
dan yang meninggalkannya akan tenggelam.”
(HR. Thabrani).

2.Memperoleh Syafaat pertama kali di akherat.
Rasulullah saw bersabda :
"Empat golongan, akulah pemberi syafa'at bagi mereka di hari kiamat,
yaitu ;
*orang yang menghormati keturunanku,
*orang yang membantu menutupi kebutuhan mereka,
* orang yang membantu mereka dalam urusan-urusan mereka
ketika mereka sangat membutuhkan dan
*orang yang mencintai mereka dengan hatinya dan dengan kata-katanya ".
(HR. Dailami)

3. Mendapat Syafaat dan di masukkan surga.
Rasulullah saw bersabda :
"Mantapkanlah kecintaan dirimu pada kami, ahlul bait
sebab barangsiapa menghadap Allah swt sedang ia mencintai kami,
niscaya ia masuk surga dengan syafa'at kami.
Demi Allah yang jiwaku berada ditangan-Nya,
tidak akan berguna amal seseorang bagi dirinya
kecuali bila ia mengetahui hak kami".
(HR. Thabrani).

4. Mendapat kemudahan di hari kiamat.
Rasulullah saw bersabda :
"Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat
sebelum ia ditanya empat hal ;
*.tentang usianya untuk apa ia menghabiskannya,
*.tentang tubuhnya bagaimana ia telah menggunakan,
*.tentang hartanya untuk apa dibelanjakan
& dari mana ia mendapatkannya, serta
*.tentang kecintaannya kepada kami Ahlul Bait ".
(HR. Thabrani)

5. Akan di pelihara agamanya.
Rasulullah saw bersabda :
"Tiga hal, barangsiapa memeliharanya
maka Allah akan memelihara agamanya
dan siapa yang menyia-nyiakannya
maka Allah tidak akan memelihara apapun baginya,
yaitu;
*kehormatan islam,
*kehormatanku dan
*kehormatan keluargaku".
(HR. Hakim dan Dailami)
------------

Salam Ta'dzim...

https://m.facebook.com/photo.php?fbid=569530013124232&set=a.341818409228728.77535.100002017165373&type=1

06 October 2013

Tholama Asyku

طالما اشكو غرامى يا نور الوجود

وانادى يا تهامى يا معدن الجود

Lama sudah aku menanggung rindu, Wahai cahaya alam yang indah!
Serta aku menyeru, Wahai Nabi!
Wahai punca ilmu yang pemurah!

منيتى اقصى مرامى احظى بالشهود

وارى باب السلام يا زاكى الجدود

Impianku setinggi-tinggi cita-cita;
Moga diberikan tuah dapat melihatmu;
Juga melihat Bab al Salam (di Masjid Nabawi);
Wahai sesuci-suci insan!

يا طراز الكون انى عاشق مستهام

مغرم والمدح فنى يا بدر التمام

Wahai hiasan dunia ini!
Aku amat cinta dan rindu padamu;
Hanya pujian menjadi persembahanku;
Wahai bulan mengambang penuh!

30 September 2013

Penjelasan dari Habib Munzir al Musawa tentang beberapa hal

Jawaban Dari Habib Munzir Bin Fuad Al Musawa atas beberapa persoalan

silakan di sebarkan bagi yg berkenan

DALAM HAL SHOLAT

1. Agar meninggalkan kebiasaan membaca Usholi dengan suara keras. Karena niat itu pakerjaan hati, cukup dalam hati saja.
---

JAWAB

Hal ini merupakan ijtihad Imam Syafii Rahimahullah, barangkali anda belum mengenal siapa imam syafii, Imam Syafii adalah murid Imam Malik rahimahullah, beliau sudah hafidh alqur’an sebelum usia baligh, dan ia sudah melewati derajat Al Hafidh dimasa mudanya, yaitu telah hafal 100 ribu hadits dg sanad dan matan, dan beliau telah pula melewati derajat Alhujjah dimasa dewasanya, yaitu hafal 300 ribu hadits dg sanad dan matan, dan beliau kemudian terus memperdalam Syariah dan hadits hingga menjadi imam, dan murid beliau sendiri yaitu Imam Hanbali (Ahmad bin Hanbal) hafal 1 Juta hadits dg sanad dan matan, dan murid Imam syafii banyak yg sudah menjadi Muhaddits dan Imam pula, ratusan para Muhaddits dan Imam yg bermadzhabkan syafii, diantaranya Alhafidh Al Muhaddits Imam Jalaluddin Abdurrahman Assuyuthi, Imam Al Hafidh AL Muhaddits Syarafuddin Abu Zakariya Yahya bin Syaraf Annawawi, dan imam imam lainnya, maka sangkalan anda batil karena anda hanya menyangkal tanpa ilmu, bukan seorang mujtahid, apalagi Muhaddits, mengenai penggunaan lafadh itu sudah muncul dalam kalangan Imam Madzhab, maka yg bermadzhabkan syafii boleh menggunakannya, dan tak satupun dalil atau ucapan para Imam dan muhadditsin yg mengharamkannya, lalu bagaimana anda mengharamkannya?
---

SIKAP PARANOID AKIBAT FAHAM WAHABI

Orang yang terkena pengaruh fatwa-fatwa kaum Salafi Wahabi biasanya jadi berpikiran sempit dalam memandang kehidupan beragama, yaitu hanya antara Sunnah dan Bid’ah, itupun menurut definisi mereka sendiri, padahal banyak urusan lain di dalam kehidupan beragama yang juga butuh perhatian besar. Akibatnya, orang itu tidak bisa leluasa melihat kemaslahatan atau kebaikan suatu tradisi atau amalan yang di dalamnya diselipkan nilai-nilai agama atau unsur-unsur berbau agama, hanya karena “format”nya mereka anggap tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah Saw., padahal menurut para ulama, tidak dikerjakannya suatu amalan tidak menunjukkan bahwa amalan itu terlarang.

23 September 2013

Yaman negeri para Nabi dan Habaib


Keutamaan dan keberkahan negeri Yaman

Yaman merupakan salah satu negara di jaziroh arab, letaknya berdekatan dengan negeri tauhid Saudi Arabia, Yaman merupakan salah satu tonggak sejarah dalam islam, mempunyai banyak sekali keutamaan, telah masyhur dalam kitab-kitab sejarah islam betapa banyaknya keutamaan serta kebaikan yang Allah subhanau wa ta’ala limpahkan kepada negeri ini, dahulu kala di masa jahiliyah maupun sesudah datangnya islam, berupa kemuliaan akhlak para penduduknya, para rosul dan nabi, keajaiban-keajaiban dunia, kerajaan-kerajaan bersejarah, para ahli sya’ir, para penulis kitab, para ulama, para fuqoha, ahli ibadah, ahli zuhud, dan selain daripada yang demikian.

Keutamaan negeri Yaman dan ahlu Yaman… dalam Al-Qur’an
Allah subhanahu wa ta’ala telah memberkahi negeri yaman, dan berfirman bahwa negeri saba’ (sebuah negeri di yaman) adalah sebuah negeri yang baik, sebagaimana difirmankan dalam Al-Qur’an surat Saba’ 15 :
لَقَدۡ كَانَ لِسَبَإٍ۬ فِى مَسۡكَنِهِمۡ ءَايَةٌ۬ ۖ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ۬ وَشِمَالٍ۬ۖ كُلُواْ مِن رِّزۡقِ رَبِّكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۚ ۥ بَلۡدَةٌ۬ طَيِّبَةٌ۬ وَرَبٌّ غَفُورٌ۬ (١٥)
artinya :
“Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda [kekuasaan Tuhan] di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. [Kepada mereka dikatakan]: “Makanlah olehmu dari rezki yang [dianugerahkan] Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. [Negerimu] adalah negeri yang baik dan [Tuhanmu] adalah Tuhan Yang Maha Pengampun”. (15)” (QS. Saba’ 15)
يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَن يَرۡتَدَّ مِنكُمۡ عَن دِينِهِۦ فَسَوۡفَ يَأۡتِى ٱللَّهُ بِقَوۡمٍ۬ يُحِبُّہُمۡ وَيُحِبُّونَهُ ۥۤ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلۡكَـٰفِرِينَ يُجَـٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوۡمَةَ لَآٮِٕمٍ۬‌ۚ ذَٲلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُ‌ۚ وَٱللَّهُ وَٲسِعٌ عَلِيمٌ)
“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas [pemberian-Nya] lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Maidah 54)